Blog seorang psikiater di Kota Bogor yang membahas berbagai hal mengenai kesehatan jiwa. (Dr. Lahargo Kembaren, SpKJ)

Depresi Paska Melahirkan

Thursday, December 13, 2018 Posted by Unknown No comments
Pendahuluan
Pada hari-hari dan minggu minggu pertama setelah melahirkan, seorang ibu baru akan merasakan berbagai emosi atau perubahan perasaan. Rasa gembira, bahagia, terkejut  karena memiliki seorang anak yang baru dilahirkan akan bercampur juga dengan perasaan sedih yang tidak nyaman.  Perasaan sedih dan menangis yang dialami oleh seorang ibu baru pada 2 minggu pertama setelah persalinan disebut sebagai ‘baby blues’, ini disebabkan oleh terjadinya perubahan hormon yang mendadak setelah persalinan. Keadaan ‘baby blues’ secara berangsur angsur akan membaik dan seorang ibu akan siap untuk beraktivitas kembali dengan kondisi fisik dan psikis yang sudah membaik. Pada satu dari tujuh orang ibu yang baru melahirkan, perasaan sedih tersebut berlangsung lebih dari 2 minggu dan mulai mengganggu fungsi serta aktivitas sehari-hari. Kondisi ini disebut Depresi Paska Melahirkan (PPD = postpartum depression ).

Tanda dan Gejala
Tanda dan gejala depresi paska melahirkan sama seperti pada depresi mayor, yaitu :
·        Perasaan sedih, kosong, tidak berdaya yang dirasakan sepanjang hari selama beberapa hari / minggu
·         Menangis tanpa ada sebab yang jelas lebih sering dari biasa
·         Rasa khawatir atau tegang
·         Perasaan tidak menentu, sensitif, mudah tersinggung
·         Terlalu banyak tidur atau sebaliknya tidak bisa tidur meskipun bayinya sedang tertidur
·         Sulit berkonsentrasi, mengingat dan membuat keputusan
·         Marah atau berkata/berbuat kasar
·         Kehilangan minat terhadap sesuatu yang sebelumnya disukai atau menjadi hobi
·      Terdapat berbagai keluhan fisik seperti : gatal, nyeri di badan, sakit kepala berulang, sakit perut dan nyeri otot
·         Makan lebih banyak atau lebih sedikit dari biasanya
·         Menarik diri dari teman dan keluarga
·         Mengalami kesulitan untuk melakukan kelekatan (bonding) dengan bayinya
·         Secara terus menerus meragukan kemampuannya dalam mengurus bayi
·      Terdapat pikiran untuk menyakiti diri sendiri atau bayinya (ini keadaan serius, harus cepat dibawa ke profesional kesehatan jiwa seperti psikiater)

Faktor Penyebab
Beberapa hal yang dapat menjadi penyebab keadaan ini antara lain adalah :
·     Perubahan hormon yang terjadi setelah persalinan (hormon estrogen dan progesteron yang menurun secara cepat sehingga memicu perubahan mood)
·         Perasaan lelah dan sulit tidur/tidak bisa tidur setelah melahirkan
·         Stres emosional yang dipicu oleh : masalah ekonomi, pekerjaan, anak yang tidak sesuai dengan yang diharapkan, peristiwa penting kehidupan lainnya
·         Kurangnya dukungan dari keluarga dan orang-orang yang dekat, merasa sendirian
·      Bayi yang dilahirkan adalah bayi berkebutuhan khusus atau menderita penyakit yang sulit ditangani
·         Memiliki anggota keluarga yang memiliki masalah/gangguan kejiwaan (genetik)

Terapi / Penanganan
Apabila terdapat tanda dan gejala depresi paska melahirkan segeralah mencari pertolongan dari profesional kesehatan jiwa seperti : psikiater, psikolog, dokter umum terlatih, perawat jiwa, atau pekerja sosial. Terapi yang akan diberikan adalah
·         Konseling / terapi bicara : membantu mengenali pikiran dan perilaku negatif / distorsi kognitif yang terjadi dan bagaimana merubahnya, membantu mengenali masalah interpersonal dengan orang lain dan bagaimana mengatasinya
·         Medikasi / obat obatan : Obat anti depresan adalah obat yang efektif diberikan pada depresi karena bekerja secara langsung pada zat kimia (neurotransmiter) di dalam saraf otak sehingga gejala depresi dapat berkurang dan hilang. Obat anti depresan bekerja setelah 2 minggu, sebaiknya diminum secara rutin dan berkelanjutan. Setelah gejala depresi membaik maka obat anti depresan akan dikurangi secara bertahap.  Contoh obat anti depresan yang dapat diberikan adalah Sertraline.

Hal Apa yang Dapat Dilakukan Keluarga
Saat mendapatkan ada anggota keluarga yang mengalami depresi paska melahirkan, maka hal-hal dibawah ini perlu dilakukan oleh keluarga :
·         Segera membawa ke psikiater, atau profesional kesehatan jiwa lainnya untuk mendapatkan penanganan yang cepat dan tepat
·         Melakukan pendampingan lebih intensif, berbicara dari hati ke hati, lebih banyak mendengarkan
·         Memberikan bantuan dalam mengurus bayi yang baru lahir
·         Tidak memberikan tanggapan, komentar negatif tentang keadaan ibu yang baru melahirkan karena gangguan ini bukanlah tanda sebuah kelemahan tetapi suatu penyakit yang perlu diobati
·         Memberikan makanan dan minuman yang sehat dan cukup
·         Mengajak melakukan aktivitas fisik yang ringan akan membantu membuat badan lebih segar dan fit, seperti jalan pagi, senam ringan, dll.

Depresi paska persalinan bisa terjadi pada siapa saja, bahkan seorang ayah pun bisa mengalaminya. Mari kenali gejalanya dan segera berkonsultasi untuk mendapatkan pertolongan. Tidak usah merasa malu dan ragu karena lebih cepat ditangani maka gangguan ini lebih cepat dipulihkan.

dr.Lahargo Kembaren, SpKJ
Psikiater  
RS.dr.H.Marzoeki Mahdi Bogor
RS. SIloam Bogor

0 comments:

Post a Comment