Blog seorang psikiater di Kota Bogor yang membahas berbagai hal mengenai kesehatan jiwa. (Dr. Lahargo Kembaren, SpKJ)

Stop Stigma terhadap Orang dengan Skizofrenia

Monday, June 01, 2015 Posted by Lahargo Kembaren No comments
Orang dengan Skizofrenia (ODS) adalah orang yang memiliki gangguan dalam menilai realitas.  Gejala-gejala dari gangguan ini antara lain adalah adanya halusinasi (mendengar ada suara bisikan, melihat bayangan, merasa di kulitnya ada rasa tertentu, mencium bau bauan, merasa di lidahnya ada rasa tertentu, yang semuanya tidak ada sumbernya), adanya waham (ide/persepsi/keyakinan yang salah yang tidak sesuai dengan kenyataan, seperti merasa ada yang mengejar-ngejar, membunuh, berbuat jahat, seperti ada yang memperhatikan, diomongin, merasa dirinya adalah seseorang yang punya kekuatan tertentu. Gangguan skizofrenia ini disebabkan oleh banyak faktor yang berujung pada ketidakstabilan zat kimia (neurotransmiter) di dalam saraf otak. Faktor penyebabnya adalah berbagai peristiwa dari dalam kandungan sampai usia saat ini yang bisa mempengaruhi saraf otak, seperti : keturunan/genetik, adanya masalah fisik dan psikologis pada ibu yang sedang mengandung bayinya, riwayat trauma kepala, pernah panas tinggi, kejang/gangguan saraf, dan peristiwa kehidupan yang traumatik seperti keinginan yang tidak tercapai, kekecewaan, kesedihan yang mendalam, kehilangan seseorang/sesuatu yang disayang.  Ada perubahan pada saraf itulah yang memicu munculnya perubahan pada sikap, perilaku, perasaan/emosi dan kepribadian. 

Saat ini pengobatan untuk gangguan Skizofrenia ini sudah sangat baik, obat-obatan yang ada secara superior dapat segera mengurangi dan menghilangkan gejala-gejala yang ada. Psikoterapi (terapi bicara) yang diberikan oleh profesional kesehatan jiwa juga dengan bertahap akan dapat merubah cara pandang orang dengan skizofrenia dalam menghadapi masalah kehidupannya. Apabila gangguan jiwanya berat maka modalitas terapi seperti rehabilitasi psikososial akan mengembalikan secara optimal fungsi dan produktivitas dari orang dengan skizofrenia.
Sayangnya masyarakat masih melakukan stigma dan diskriminasi terhadap orang dengan skizofrenia. Stigma adalah sikap atau persepsi negatif masyarakat tentang seseorang yang masuk kelompok khusus. Pemberitaan media dan sinetron-sinetron yang menyudutkan orang dengan gangguan jiwa seperti skizofrenia membentuk kerangka pikir negatif dari sebagian besar masyarakat bahwa gangguan ini adalah gangguan yang aneh dan membahayakan. Padahal banyak sekali orang dengan skizofrenia yang dapat pulih (recovery) bisa kembali berfungsi dan produktif di masyarakat, bisa kembali kuliah, bekerja, dan beraktivitas seperti biasa. Tidak satu orang pun dari mereka yang menghendaki untuk mendapatkan gangguan tersebut. Keluarga juga sudah berusaha dengan berbagai upaya, sayangnya stigma dan diskriminasi membuat pemulihan mereka menjadi terhambat.

Mari bersama-sama kita dukung pemulihan orang dengan skizofrenia dengan cara menerima mereka apa adanya dan menyediakan diri untuk saling berbagi karena mereka pun bagian dari komunitas kita. Stop stigma terhadap orang dengan skizofrenia. Salam sehat jiwa! 
dr. Lahargo Kembaren, SpKJ (psikiater)
Ketua SMF Psikiatri RS Jiwa Dr.H.Marzoeki Mahdi Bogor

0 comments:

Post a Comment