Blog seorang psikiater di Kota Bogor yang membahas berbagai hal mengenai kesehatan jiwa. (Dr. Lahargo Kembaren, SpKJ)

Gangguan Stres Pasca Trauma

Monday, May 04, 2015 Posted by Lahargo Kembaren 1 comment
Bencana alam, perang, dan berbagai peristiwa menakutkan lainnya saat ini sedang terjadi di berbagai belahan dunia. Berbagai peristiwa menakutkan yang mengancam tersebut akan meninggalkan suatu ‘bekas menyakitkan’ dalam hidup seseorang yang mengalaminya. Selain masalah fisik yang dialami, trauma psikologis juga tidak jarang menyebabkan suatu masalah dalam kehidupan.  Trauma secara sederhana dapat diartikan sebagai luka yang sangat menyakitkan. Pengalaman traumatis, secara psikologik berarti pengalaman mental yang mengancam kehidupan, dan melampaui ambang kemampuan rata rata orang untuk menanggungnya. Peristiwa tersebut dapat dialami sendiri atau menyaksikan (terlibat langsung) dalam peristiwa tersebut. Pengalaman traumatis mengakibatkan perubahan yang drastis dalam kehidupan seseorang. Pengalaman traumatis mengubah persepsi seseorang terhadap kehidupannya. Pengalaman traumatis dapat mengubah perilaku dan kehidupan emosi seseorang. Termasuk dalam peristiwa traumatis adalah :
- Bencana alam (gempa bumi, gunung meletus, banjir, tsunami, kebakaran, dll)
- Kekerasan dalam rumah tangga / sekolah (bullying)
- Penyiksaan
- Pemerkosaan
- Kecelakaan yang mengerikan
- Peristiwa peristiwa yang mengancam kelangsungan hidup

Sekitar 10 – 20% korban bencana akan mengalami gangguan mental bermakna, seperti; Gangguan Stres Pasca Trauma,   Depresi, Gangguan Panik, dan berbagai gangguan Anxietas terkait trauma. Mereka ini membutuhkan pertolongan ahli kesehatan jiwa. Gejala-gejala gangguan stres pasca trauma antara lain adalah :
1.       Re-experiencing (seperti mengalami kembali)
2.       Avoidance (penghindaran)
3.       Hyper-arousal (keterjagaan)

Re-experiencing :
        Terbayang bayang selalu akan pengalaman traumatisnya
        Terganggu mimpi buruk akan pengalaman traumatisnya
        Seperti mengalami kembali peristiwa traumatisnya (flash back)
        Merasakan ketegangan psikologis yang terus menerus bila terapar kejadian yang mengingatkan akan pengalaman traumatisnya

Avoidance :
        Senantiasa berusaha untuk menghindari hal hal yang mengingatkannya pada pengalaman   traumatisnya
        Amnesia psikogenik
        Hilang minat terhadap berbagai aktivitas
        Perilaku menarik diri
        Afek/kehidupan emosi menumpul
        Takut memikirkan masa depan

Hyper-arousal :
        Gangguan tidur
        Mudah marah dan tersinggung
        Sulit berkonsentrasi
        Gampang kaget
        Kewaspadaan berlebihan

Gejala-gejala tambahan lainnya adalah :
        Rasa berdosa dan menyalahkan diri
        Depresi, anxietas, marah, berduka
        Perilaku impulsif (compulsive shopping, eating, changes in sexual behavior)
        Keluhan somatik kronis (sakit kepala, gangguan lambung)
        Perilaku destruktif/menyakiti terhadap diri sendiri
        Perubahan kepribadian

Apabila ditemukan gejala-gejala seperti di atas maka sebaiknya segera dibawa ke profesional kesehatan jiwa untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Hal ini penting karena bila dibiarkan terlalu lama maka gangguan stres pasca trauma ini dapat mengganggu lebih jauh aktivitas dan fungsi individu yang mengalaminya. Salam sehat jiwa!



Dr. Lahargo Kembaren, SpKJ (psikiater)
Kepala SMF Psikiatri RS. Dr.H.Marzoeki Mahdi Bogor

1 comment: