Blog seorang psikiater di Kota Bogor yang membahas berbagai hal mengenai kesehatan jiwa. (Dr. Lahargo Kembaren, SpKJ)

Mudahnya Obat Keras Didapat dan Bahayanya bagi Anak Muda

Monday, April 27, 2015 Posted by Unknown 1 comment
Baru-baru ini terungkap adanya apotek di beberapa wilayah yang menjual obat-obatan keras tanpa resep dokter. Terungkap pula bahwa obat-obatan ini banyak dibeli dan dikonsumsi oleh anak muda. Beberapa obat yang dijual bebas tersebut antara lain adalah : Tramadol, Triheksifenidil (Trihex), dan Dextrometorphan (DMP). Obat-obatan tersebut sejatinya adalah obat-obatan keras yang harus dikontrol oleh seorang dokter dalam penggunaannya. Saraf otak adalah target utama obat-obatan tersebut, Tramadol adalah obat sakit kepala yang bekerja di saraf otak, Triheksifenidil adalah obat anti parkinson yang juga bekerja di saraf otak, sedangkan dextrometorphan adalah obat batuk anti tusif yang juga bekerja di saraf otak. Penggunaan obat ini harus hati hati karena apabila berlebihan atau dalam jangka waktu panjang akan mengakibatkan kerusakan pada saraf otak. Gangguan pada sikap, perilaku, emosi dan persepsi bisa terjadi pada penggunaan jangka panjang yang tidak terkontrol. Penggunanya bisa mengalami gangguan penilaian realitas, gangguan pada pola tidur,gangguan saluran pencernaan, gangguan memori, dan kesulitan dalam membuat keputusan.
Pengguna biasanya mencari efek menenangkan dari obat tersebut. Ketidaktahuan akan efek samping dari obat ini mengakibatkan penggunaannya yang marak di kalangan anak muda. Stres kehidupan yang cukup tinggi dan penyelesaian masalah secara instan sepertinya menjadi tren di kalangan anak muda sekarang. Jalan keluar secara singkat seperti itu membuat mental para anak muda menjadi lemah, mereka dengan mudah lari dari masalah meskipun masalah tersebut tidak terselesaikan. Pengaruh dari teman sebaya menjadi sangat vital dalam penggunaan obat-obatan penenang tersebut, remaja dan anak muda sangat mudah dipengaruhi oleh teman sebayanya ketika pada saat yang sama peran orang tua seolah olah hilang dalam kehidupannya.

Obat-obatan lain seperti golongan alprazolam pun saat ini marak sekali penjualannya di media sosial dan internet. Ini memudahkan akses anak muda dalam mendapatkan obat berbahaya ini. Ditambah lagi dengan kurangnya pengawasan dari pihak terkait seperti sekolah, kampus, orang tua dan pemerintah. Kemudahan anak muda dalam mendapatkan obat berbahaya ditambah dengan kurangnya pengawasan yang baik menjadikan Indonesia benar benar dalam keadaan darurat narkoba saat ini.
Semua pihak perlu menyikapi keadaan darurat ini dengan cepat dan tepat. Pengawasan   perlu ditingkatkan diiringi dengan penyuluhan yang terus menerus bagi anak muda di bangku sekolah dan kuliah tentang bahaya dari narkoba. Kegiatan-kegiatan positif seperti kegiatan olah raga, seni, dan keagamaan perlu semakin diperbanyak bagi anak muda. Jangan sampai generasi penerus kita menjadi generasi yang rusak karena narkoba, lawan dan hadapi! Salam sehat jiwa.



Dr. Lahargo Kembaren, SpKJ (psikiater)
Kepala SMF Psikiatri RS. Dr.H.Marzoeki Mahdi Bogor

Adiksi Gawai yang Mengkhawatirkan

Monday, April 20, 2015 Posted by Unknown No comments

Gawai (bahasa Inggris: gadget) adalah suatu peranti atau instrumen yang memiliki tujuan dan fungsi praktis yang secara spesifik dirancang lebih canggih dibandingkan dengan teknologi yang diciptakan sebelumnya.

Seorang remaja tampak memegang gawai nya sambil berjalan menyusuri koridor di depan kelasnya tanpa menyadari ada beberapa teman yang memanggilnya karena facebook dan twitter rasanya lebih menarik baginya. Ada juga seorang ibu rumah tangga yang tidak menyadari  suaminya sudah pulang dari kerja karena sedang chatting di gawai milikinya. Memang benar jargon yang mengatakan bahwa gawai itu mendekatkan yang jauh tetapi menjauhkan yang dekat.  Gawai biasanya berisi banyak aplikasi yang dapat digunakan seperti media sosial, chatting, browser, foto, email, internet, dan games/permainan. Sebuah penelitian di Korea seperti dipaparkan pada American Psychiatric Association's (APA's) 2013 Annual Meeting, menunjukkan bahwa pada   remaja pengguna gawai yang aktif didapatkan adanya perubahan perilaku yaitu : mudah mengalami banyak keluhan somatik/fisik, konsentrasi yang menurun, depresi, cemas, kenakalan remaja dan menjadi lebih agresif. Mereka yang mengalami adiksi gawai juga mengalami penurunan kualitas belajar dan bekerja.  Penggunaan gawai yang dimulai sejak tahun 2000 mengalami peningkatan bermakna menjadi lebih dari 50% di tahun ini hampir di semua negara memberikan pengaruh yang sangat besar terhadap perubahan perilaku.

Manfaat dari gawai memang banyak karena bisa mempermudah komunikasi dan informasi tetapi kita juga harus mewaspadai bahayanya bila sudah menjadi suatu adiksi, adiksi gawai.  Mereka yang mengalami adiksi gawai cenderung untuk mengabaikan interaksi sosialnya yang sebenarnya sangat dibutuhkan oleh seseorang yang sehat mental. Hal inilah yang memudahkan mereka yang mengalami adiksi gawai untuk jatuh pada gangguan-gangguan psikiatri. Mari mengenali beberapa tanda yang menunjukkan bahwa seseorang sudah mengalami adiksi gawai, diantaranya adalah :

  • Saya tidak pernah mematikan gawai saya, tidur dengan gawai, dan mengecek aplikasi di gawai sebelum tidur
  • Saya bisa menelepon sambil menyetir mobil, sms/chatting/bbm sambil berjalan
  • Saya mudah bosan sehingga membuka gawai meski berada di tempat-tempat yang tidak seharusnya seperti dalam rapat, bioskop, dan tempat ibadah
  • Saya selalu mengupdate status, profil setiap beberapa waktu dan melihat status dan profil orang lain meski dalam waktu kerja/sekolah
  • Saya membawa gawai saya ke toilet dan menggunakannya di sana
  • Saya lebih suka membuka gawai saya daripada menonton tv
  • Saya bisa terbangun pada malam hari untuk melihat media sosial dan pesan-pesan yang muncul

Apabila seseorang mengalami hal-hal di atas maka bisa dikatakan bahwa dia mengalami suatu adiksi gawai dan perlu mengurangi penggunaan gawai untuk beberapa waktu. Para ahli mengatakan bahwa cara terbaik untuk menghindari dari adiksi gawai adalah dengan mematikan gawai kita secara periodik, ini akan membuat kita lepas dari ketergantungan tersebut dan membuat kita lebih bisa berkomunikasi secara sosial dengan orang-orang di sekitar kita yang tentunya lebih menyenangkan.  Waspadai gejala-gejala adiksi gawai yang bisa mempengaruhi perilaku, hubungan sosial dan performa kerja/belajar. Mulailah menggunakan gawai dengan cerdas dan bijak agar kesehatan jiwa kita bisa terjaga dengan baik. Salam sehat jiwa!


dr.Lahargo Kembaren, SpKJ (Psikiater)
Kepala SMF Psikiatri RS Jiwa Marzoeki Mahdi Bogor



Mengatasi Kecemasan Ujian

Monday, April 13, 2015 Posted by Unknown 1 comment


Saat ini para pelajar di bangku SMA sedang menghadapi Ujian Nasional yang akan dilanjutkan oleh pelajar di bangku SMP dan SD di minggu – minggu berikutnya. Meskipun saat ini Ujian Nasional tidak menentukan keseluruhan lulus atau tidaknya siswa tetap saja rasa cemas datang menghampiri. Kecemasan menghadapi ujian adalah suatu hal yang wajar dan akan berdampak positif bila itu membuat kita mempersiapkan diri dengan lebih baik, belajar lebih giat, mengurangi penggunaan waktu yang tidak perlu dan pada akhirnya memperoleh nilai yang baik. Pada beberapa orang kecemasan yang berlebihan dapat memberikan dampak yang kurang baik yang bahkan bisa menyebabkan tidak optimalnya pencapaian nilai pada saat ujian.  Kecemasan yang berlebihan adalah masalah yang harus dikendalikan dan diatasi agar nilai yang baik tetap bisa diraih.
Beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mengatasi kecemasan pada saat menghadapi ujian antara lain adalah :

  • Hadapi ujian dengan percaya diri. Sebelumnya tentunya perlu melakukan persiapan yang baik seperti pengaturan waktu belajar, les, mengikuti try out, mengurangi waktu bermain, menonton, dan bermain ‘gadget’. Ujian adalah momen untuk menilai kemampuan akademik kita selama ini.
  • Persiapkan alat dan bahan yang diperlukan untuk menghadapi ujian seperti alat tulis, buku teks, catatan, dll
  • Seimbangkan waktu belajar dan waktu istirahat, tidur yang cukup penting untuk menjaga konsentrasi dan memori otak terutama sebelum ujian.
  • Hindari pikiran-pikiran negatif yang tidak rasional seperti : “Aku tidak bakal bisa mengerjakannya”, “Aku bakal gagal”, “Bagaimana bila tidak lulus”. Semua pikiran tersebut belum tentu terjadi, jangan terjebak dengan pikiran yang demikian. Tetap berpikir positif, optimis dan berusaha.
  • Makan makanan yang sehat selama persiapan menghadapi ujian. Buah dan sayur diketahui sebagai makanan yang bisa mengurangi stres. Hindari makanan yang bersifat instan, banyak penyedap, pewarna dan pengawet. Hindari juga soft drink dan minuman berenergi karena itu malah membuat fisik menjadi stres sehingga kita tidak bisa mempersiapkan diri dengan baik.

Pada saat mengerjakan ujian, lakukan hal-hal berikut ini agar kita bisa mengerjakannya dengan baik:

  • Baca dahulu soal petunjuk dengan seksama
  • Perhitungkan waktu dalam mengerjakan soal
  • Cari posisi duduk yang nyaman dalam mengerjakannya
  • Apabila ada soal yang sulit, lewati terlebih dahulu dan jangan terlalu lama di satu soal yang sulit dikerjakan
  • Jangan panik ketika ada siswa lain yang sudah mengumpulkan lembar jawabannya, kerjakan semampunya sesuai waktu yang disediakan
  • Periksa kembali lembar jawaban ketika sudah selesai dan masih ada waktu yang tersisa
  • Lakukan relaksasi dengan menarik nafas panjang beberapa kali dan melakukan peregangan saat merasa sedikit tegang akan membantu mengatasi kecemasan

Ujian adalah sesuatu momen yang akan dan harus dihadapi. Dengan melakukan persiapan yang baik dan melakukan beberapa tips di atas maka itu bukanlah sesuatu hal yang menyeramkan. Mengatasi kecemasan saat persiapan dan pelaksanaan ujian akan meningkatkan potensi untuk mendapatkan nilai yang baik. Selamat ujian nasional! Salam sehat jiwa!


Dr. Lahargo Kembaren, SpKJ (psikiater)
Kepala SMF Psikiatri RS. Dr.H.Marzoeki Mahdi Bogor

Fenomena Bunuh Diri yang Harus Diwaspadai

Monday, April 06, 2015 Posted by Unknown No comments
Sebuah keluarga diduga melakukan bunuh diri karena himpitan ekonomi, seorang mahasiswa diduga melakukan bunuh diri karena depresi, copilot pesawat diduga menabrakkan pesawatnya karena depresi yang dideritanya. Akhir-akhir ini berita seperti ini kita baca dan dengar di berbagai media cetak atau elektronik. Memang sulit untuk memastikan apa penyebab perilaku bunuh diri apabila pada akhirnya korbannya harus kehilangan nyawanya.  Kebanyakan seseorang yang melakukan bunuh diri karena mengalami suatu masalah psikologis seperti psikotik (gangguan dalam menilai realita, adanya halusinasi yang menyuruhnya untuk melakukan bunuh diri), depresi, gangguan bipolar atau masalah penggunaan narkoba. Seseorang memiliki resiko yang lebih besar untuk bunuh diri apabila ada anggota keluarganya yang juga memiliki riwayat bunuh diri. Seseorang yang sering melakukan percobaan bunuh diri sebagai suatu respons yang segera terhadap suatu kejadian yang membuat stres, kehilangan atau konflik dengan seseorang juga memiliki risiko yang besar. 
Ada beberapa tanda yang perlu diperhatikan yang biasanya ditunjukkan oleh mereka yang ingin melakukan tindakan bunuh diri, yaitu :
  • Kata – kata : perkataan, tulisan yang menyatakan secara langsung atau tidak langsung untuk bunuh diri, selalu mengeluhkan dirinya sebagai orang yang jahat dan tidak berguna.
  • Tindakan : mulai menjauh dari teman dan keluarga, ada perubahan pada pola tidur, makan, dan penampilan, nilai-nilai di sekolah yang menurun drastis, tidak berminat lagi pada hobi yang biasa dia sukai, bertingkah laku kasar dan sering marah.
  • Perasaan : merasa putus asa, bersalah, dan malu yang berlebihan, tiba-tiba merasa gembira setelah sebelumnya terlihat depresi.

Apabila ditemukan gejala-gejala seperti di atas maka harus diwapadai kemungkinan untuk terjadinya suatu usaha bunuh diri. Segera berikan perhatian yang khusus, ajak komunikasi tentang hal – hal yang sedang dia rasakan dan pikirkan, jangan meninggalkannya seorang diri, dan segera bawa ke psikiater untuk mendapatkan pertolongan profesional lebih lanjut. Jangan pernah abaikan gejala-gejala dan tanda-tanda yang muncul.

Ketahanan masyarakat dalam menghadapi tekanan hidup juga diyakini saat ini sangat lemah karena pengalaman penulis di poliklinik jiwa RSMM banyak sekali masyarakat yang datang berobat untuk masalah kejiwaan yang dialaminya dicetuskan oleh peristiwa/situasi yang sebenarnya tidak terlalu berat.  Tekanan hidup ini dapat menyebabkan orang mengalami suatu keadaan stres yang di sebut depresi. Depresi adalah perasaan yang sedih dan kehilangan minat terhadap segala sesuatu.  Pasien dapat mengungkapkan bahwa mereka merasa murung, tidak ada harapan, terbuang dan tidak berharga. Pasien sering mengaku bahwa perasaannya sakit sekali, dan kadang-kadang sampai tidak bisa menangis. Bahkan pasien bisa melakukan tindakan bunuh diri saat depresinya mencapai titik yang terendah. Berikut ini adalah tanda dan gejala dari depresi : 
·         Sedih/murung hampir sepanjang waktu
·         Kehilangan minat/gairah hidup
·         kehilangan nafsu makan, (penurunan berat badan)
·         Perubahan pola tidur
·         Perubahan pola tingkah laku, (serba lamban)
·         Kekurangan energi, (mudah lelah lesu)
·         Merasa bersalah/berdosa,
·         Kesulitan berpikir (susah konsentrasi)
·         kesulitan membuat keputusan
·         berulang-ulang memikirkan tentang kematian dan ingin bunuh diri.

Ketika tidak ada jalan keluar dan tidak ada pertolongan maka kejadian bunuh diri memiliki peluang besar untuk terjadi. Seseorang melakukan tindakan bunuh diri untuk melepaskan dirinya dari berbagai tekanan yang dialaminya. Berbagai cara dapat dilakukan untuk melakukan tindakan tersebut sesuai dengan apa yang ada dalam pikirannya.  Waspada bila tekanan hidup menimbulkan depresi, segera lakukan intervensi dengan berkonsultasi dengan profesional di bidang kesehatan jiwa seperti psikiater, psikolog dan juga perawat jiwa.  Hal yang dapat dilakukan untuk menangani dan mencegah stres yang berdampak pada depresi antara lain adalah :
1.       Latihan fisik: dalam bentuk apapun seperti jalan, joging, berenang, naik sepeda, main games dapat membantu kita melawan stres. Jadi efek samping dari latihan fisik seperti relaksasi, dapat meningkatkan harga diri dan mengalihkan pikirannya sekejap sehingga dia dapat menghadapi stres dengan lebih baik.
2.       Perbanyak teman dan dukungan sosial : Penelitian menunjukkan bahwa orang yang stres membutuhkan dan mendapatkan keuntungan dari dukungan orangtua dan dukungan dari lingkungan. Dukungan tersebut bisa dipakai sebagai suatu strategi untuk mengurangi stres.Dengan demikian kita dapat menjalin hubungan dekat dengan teman dan orang dewasa lain yang berfungsi sebagai pendengar yang baik dan membangun rasa percaya kita.
3.       Regangkan badan saat sedang stres. Berdirilah pada ujung jari kapanpun kamu merasa berada di bawah tekanan dan regangkanlah tubuhmu. Seakan-akan kamu akan menggenggam sesuatu yang ada beberapa centimeter di atas jangkauanmu. Pertahankan posisi balet ini untuk 5 detik dan relaks.
4.       Tertawalah. Tertawalah sekeras mungkin, baca komik, nonton film kartun, bercanda dengan teman. Hal tersebut dapat merupakan jalan keluar sementara untuk mengatasi stres karena hati yang gembira adalah obat.
5.       Dengarkan musik. Musik selalu mempunyai efek yang menenangkan. Pilihlah musik yang menjadi  kesukaanmu : pop, dangdut, jazz, rohani, dll.
6.       Berjemur. Nikmati matahari pagi. Rasakan sinar matahari pagi meresap ke dalam setiap pori-pori tubuhmu, rasakan perasaan luar biasa yang dibawanya.
7.       Hitung anugerahmu. Tidak ada cara lain yang lebih baik untuk menghalau stres. Setiap orang  mengalami kejadian buruk dan baik dalam seluruh hidupnya. Carilah hal yang baik dalam hidup, buatlah daftar. Kemudian catatlah di kertas, dan lihatlah tiap kali  kamu merasa stres.
8.       Lakukan Hipnosis lima jari : Hafalkan langkah-langkah berikut :
a.       Sentuh ibu jari dengan telunjuk.Kenang saat Anda sehat,  fisik menyenangkan, segar, habis olahraga, jalan-jalan (kenang semua keadaan fisik yang menyenangkan)
b.      Sentuh ibu jari dengan jari tengah. Kenang saat Anda jatuh cinta, kasmaran, kehangatan, atau percakapan intim (kenangan manis dengan orang yang dicintai)
c.       Sentuh ibu jari dengan jari manis. Kenang saat Anda mendapat pujian, penghargaan, prestasi dan Anda sangat berterima kasih (kenang semua keberhasilan dan prestasi)
d.      Sentuh ibu jari dengan kelingking. Kenang semua tempat terindah yang pernah dikunjungi, bayangkan Anda di sana beberapa saat.

Kenali apa saja tekanan hidup kita, lakukan perubahan, apabila ada tanda-tanda depresi segeralah mencari pertolongan. Semoga tekanan hidup, depresi, dan bunuh diri tidak menjadi lingkaran dalam kehidupan kita. Salam sehat jiwa ! (LaKe)