Blog seorang psikiater di Kota Bogor yang membahas berbagai hal mengenai kesehatan jiwa. (Dr. Lahargo Kembaren, SpKJ)

TEKANAN HIDUP, DEPRESI, DAN BUNUH DIRI

Sunday, August 18, 2013 Posted by Lahargo Kembaren 1 comment

Beberapa waktu yang lalu kita mendapatkan berita yang sangat mengejutkan di mana seorang ibu mengajak anaknya untuk melakukan bunuh diri. Hal tersebut dilakukan si ibu diduga karena tekanan kehidupan yang begitu berat yang dialaminya. Hati ini terasa sangat miris jikalau kita menyaksikan kenyataan hidup seperti itu, seolah-olah tidak ada lagi harapan hidup sehingga bunuh diri dianggap sebagai jalan keluar dari masalah yang dialami. Tekanan hidup muncul dalam berbagai bentuk, kesulitan ekonomi, masalah kesehatan, stres dalam menghadapi permasalahan keluarga, dll. Ketahanan masyarakat dalam menghadapi tekanan hidup juga diyakini saat ini sangat lemah karena pengalaman penulis di poliklinik jiwa RSMM banyak sekali masyarakat yang datang berobat untuk masalah kejiwaan yang dialaminya dicetuskan oleh peristiwa/situasi yang sebenarnya tidak terlalu berat.

Tekanan hidup ini dapat menyebabkan orang mengalami suatu keadaan stres yang di sebut depresi. Depresi adalah perasaan yang sedih dan kehilangan minat terhadap segala sesuatu.  Pasien dapat mengungkapkan bahwa mereka merasa murung, tidak ada harapan, terbuang dan tidak berharga. Pasien sering mengaku bahwa perasaannya sakit sekali, dan kadang-kadang sampai tidak bisa menangis. Bahkan pasien bisa melakukan tindakan bunuh diri saat depresinya mencapai titik yang terendah. Berikut ini adalah tanda dan gejala dari depresi : 
·         Sedih/murung hampir sepanjang waktu
·         Kehilangan minat/gairah hidup
·         kehilangan nafsu makan, (penurunan berat badan)
·         Perubahan pola tidur
·         Perubahan pola tingkah laku, (serba lamban)
·         Kekurangan energi, (mudah lelah lesu)
·         Merasa bersalah/berdosa,
·         Kesulitan berpikir (susah konsentrasi)
·         kesulitan membuat keputusan
·         berulang-ulang memikirkan tentang kematian dan ingin bunuh diri.

Ketika tidak ada jalan keluar dan tidak ada pertolongan maka kejadian bunuh diri memiliki peluang besar untuk terjadi. Seseorang melakukan tindakan bunuh diri untuk melepaskan dirinya dari berbagai tekanan yang dialaminya. Berbagai cara dapat dilakukan untuk melakukan tindakan tersebut sesuai dengan apa yang ada dalam pikirannya.

Waspada bila tekanan hidup menimbulkan depresi, segera lakukan intervensi dengan berkonsultasi dengan profesional di bidang kesehatan jiwa seperti psikiater, psikolog dan juga perawat jiwa.  Hal yang dapat dilakukan untuk menangani dan mencegah stres yang berdampak pada depresi antara lain adalah :
1.    Latihan fisik: dalam bentuk apapun seperti jalan, joging, berenang, naik sepeda, main games dapat membantu kita melawan stres. Jadi efek samping dari latihan fisik seperti relaksasi, dapat meningkatkan harga diri dan mengalihkan pikirannya sekejap sehingga dia dapat menghadapi stres dengan lebih baik.
2.    Perbanyak teman dan dukungan sosial : Penelitian menunjukkan bahwa orang yang stres membutuhkan dan mendapatkan keuntungan dari dukungan orangtua dan dukungan dari lingkungan. Dukungan tersebut bisa dipakai sebagai suatu strategi untuk mengurangi stres.Dengan demikian kita dapat menjalin hubungan dekat dengan teman dan orang dewasa lain yang berfungsi sebagai pendengar yang baik dan membangun rasa percaya kita.
3.    Regangkan badan saat sedang stres. Berdirilah pada ujung jari kapanpun kamu merasa berada di bawah tekanan dan regangkanlah tubuhmu. Seakan-akan kamu akan menggenggam sesuatu yang ada beberapa centimeter di atas jangkauanmu. Pertahankan posisi balet ini untuk 5 detik dan relaks.
4.    Tertawalah. Tertawalah sekeras mungkin, baca komik, nonton film kartun, bercanda dengan teman. Hal tersebut dapat merupakan jalan keluar sementara untuk mengatasi stres karena hati yang gembira adalah obat.
5.    Dengarkan musik. Musik selalu mempunyai efek yang menenangkan. Pilihlah musik yang menjadi  kesukaanmu : pop, dangdut, jazz, rohani, dll.
6.    Berjemur. Nikmati matahari pagi. Rasakan sinar matahari pagi meresap ke dalam setiap pori-pori tubuhmu, rasakan perasaan luar biasa yang dibawanya.
7.    Hitung anugerahmu. Tidak ada cara lain yang lebih baik untuk menghalau stres. Setiap orang  mengalami kejadian buruk dan baik dalam seluruh hidupnya. Carilah hal yang baik dalam hidup, buatlah daftar. Kemudian catatlah di kertas, dan lihatlah tiap kali  kamu merasa stres.
8.    Lakukan Hipnosis lima jari : Hafalkan langkah-langkah berikut :
a.    Sentuh ibu jari dengan telunjuk.Kenang saat Anda sehat,  fisik menyenangkan, segar, habis olahraga, jalan-jalan (kenang semua keadaan fisik yang menyenangkan)
b.    Sentuh ibu jari dengan jari tengah. Kenang saat Anda jatuh cinta, kasmaran, kehangatan, atau percakapan intim (kenangan manis dengan orang yang dicintai)
c.    Sentuh ibu jari dengan jari manis. Kenang saat Anda mendapat pujian, penghargaan, prestasi dan Anda sangat berterima kasih (kenang semua keberhasilan dan prestasi)
d.    Sentuh ibu jari dengan kelingking. Kenang semua tempat terindah yang pernah dikunjungi, bayangkan Anda di sana beberapa saat.

Kenali apa saja tekanan hidup kita, lakukan perubahan, apabila ada tanda-tanda depresi segeralah mencari pertolongan. Semoga tekanan hidup, depresi, dan bunuh diri tidak menjadi lingkaran dalam kehidupan kita. Salam sehat jiwa !


Dr.Lahargo Kembaren, SpKJ
Psikiater RS.Dr.H.Marzoeki Mahdi Bogor

1 comment:

  1. postingan ini membuat saya lebih baik, dan bisa sedikit demi sedikit menghilangkan depresi saya

    ReplyDelete