Blog seorang psikiater di Kota Bogor yang membahas berbagai hal mengenai kesehatan jiwa. (Dr. Lahargo Kembaren, SpKJ)

SKIZOFRENIA, MERUBAH KEPRIBADIAN SESEORANG

Wednesday, August 28, 2013 Posted by Lahargo Kembaren 6 comments
Seorang anak SMP datang konsultasi ke poliklinik psikiatri/jiwa dengan keluhan mendengar ada suara-suara bisikan yang menyuruhnya untuk melakukan sesuatu. Anak ini merasa bingung karena suara itu dirasakan membuatnya menjadi pintar tapi juga merasa bingung karena seringkali suara itu membingungkannya. Si anak tidak mengetahui dari mana munculnya suara ini dan kehidupannya mulai diatur oleh munculnya suara-suara itu. Perilaku si anak menjadi berubah, sebelumnya dia adalah anak yang pendiam tetapi sekarang berubah menjadi anak yang banyak bicara dan cerewet, dia pun menjadi mudah tersinggung bila ada orang yang melihat ke arahnya atau tertawa meski sebenarnya tidak ada maksud apa-apa dari orang tersebut. Orang tua si anak merasa ada yang tidak beres dengan anaknya dan membawanya ke “orang pintar” tetapi setelah beberapa waktu berobat dan menghabiskan biaya yang tidak sedikit, si anak tidak juga membaik akhirnya si anak dibawa ke RS. Pada beberapa kebudayaan sering sekali hal-hal di atas dianggap sebagai suatu kerasukan / kemasukan dan pengobatannya adalah dengan membawa yang sakit ini ke dukun/’orang pintar’. Dan apabila sudah sangat mengganggu sering kali orang ini harus dipasung, diikat, dikurung untuk menghindarkannya dari perilaku yang berbahaya. Secara ilmu psikiatri modern, sebenarnya gejala ini termasuk suatu gangguan jiwa yang disebut sebagai Skizofrenia. Skizofrenia adalah suatu gangguan jiwa berat yang ditandai dengan terjadinya perubahan sikap, perilaku dan emosi dari orang yang terkena. Biasanya kita sering melihat ‘orang gila’ (maaf istilah ini sudah tidak dipakai, kita bisa menyebutnya orang dengan masalah kejiwaan =ODMK) di jalanan, tidak berpakaian, kumal, mengoceh sendirian, jalan tak beralaskan apa-apa. Ya, itu adalah merupakan gejala dari skizofrenia yang sudah sangat berat. Apa saja sebenarnya gejala skizofrenia ini ? Berikut ini penjelasan yang dapat membuat kita lebih mengenal apa saja gejala dari Skizofrenia : Halusinasi : ini adalah gangguan persepsi panca indera, si penderita dapat merasa mendengar suara bisikan-bisikan di telinganya yang membuatnya jadi tersenyum sendiri, dan membuatnya bicara sendiri menanggapi suara-suara bisikan itu, bisa juga seperti melihat bayangan-bayangan makhluk halus yang sering membuatnya menjadi ketakutan, atau bisa juga seperti merasa ada yg menjalar di badannya atau menyentuhnya tetapi sebenarnya tidak ada apa-apa. Waham : Suatu keyakinan yang salah terhadap suatu hal yang dipegang teguh meski tidak sesuai dengan latar belakang, norma dan nilai sosial sehari-hari. Misalnya, penderita bisa merasa yakin bahwa ada yang ingin membunuh dirinya atau mengejar-ngejar dirinya sehingga dia menjadi sangat ketakutan, penderita bisa juga merasa orang-orang membicarakan dirinya sehingga dia merasa takut, khawatir dan tersinggung, bisa juga penderita merasa suatu hal yang tidak wajar terjadi pada dirinya atau merasa dirinya adalah tokoh tertentu. Perilaku yang tidak wajar : Misalnya tertawa sendiri, senyum sendiri, mengumpulkan barang-barang bekas/sampah, tidak pernah mandi atau mengurus badan. Fungsi sehari-hari berkurang : Nilai di sekolah menurun, tidak bisa mengurus anak, tidak bisa masak, tidak mau bekerja, bermalas-malasan, lebih banyak di kamar. Pembicaraan tidak nyambung : Bila diajak bicara topik tertentu sering ngawur dan tidak nyambung dengan apa yang dibicarakan, ditanya A jawabannya B.
·         Emosi tidak stabil : Sering marah-marah karena hal yang sepele, merusak benda-benda di rumah, menangis hebat tanpa alasan yang jelas, mudah tersinggung.
Apabila ada gejala-gejala di atas maka sangat mungkin orang tersebut menderita penyakit skizofrenia.
Penyebab dari gangguan jiwa yang disebut skizofrenia ini bermacam-macam :
·         Faktor keturunan : apabila ada anggota keluarga yang menderita skizofrenia atau gangguan jiwa lainnya maka anggota keluarga lain yang memiliki hubungan darah menjadi lebih rentan untuk terkena skizofrenia juga
·         Trauma kepala : apabila ada benturan di kepala, jatuh, kecelakaan dan terkena kepala atau terpukul di kepala dapat menyebabkan otak terganggu sehingga memunculkan gejala skizofrenia
·         Penyakit berat : beberapa penyakit berat seperti infeksi otak dapat membuat orang tersebut rentan untuk terkena skizofrenia
·         Stres yang berat : ada nya stres yang berat seperti kemarahan yang terpendam, ketakutan, kekecewaan, kesedihan yang mendalam, keinginan yang tidak tercapai, dan kehilangan orang yang dikasihi dapat menyebabkan orang terkena skizofrenia.
Penyakit gangguan jiwa seperti skizofrenia ini bila diobati dengan cepat dapat baik hasilnya. Pengobatan sekarang sudah sangat maju dan modern sehingga membuat gejala-gejala skizofrenia di atas bisa cepat berkurang dan hilang. Obat untuk skizofrenia ini disebut obat antipsikotik yaitu obat yang bekerja memperbaiki keseimbangan zat kimia (neurotransmiter) di dalam otak. Diharapkan apabila zat kimia di otak sudah stabil maka sikap, perilaku dan emosi penderita juga bisa membaik. Beberapa obat antipsikotik yang tersedia seperti Chlorpromazine, Haloperidol, Clozapine, Risperidone, Olanzapine, Quetiapine dan Aripiprazole dapat membantu memulihkan pasien skizofrenia. Obat ini ada dalam berbagai bentuk, ada tablet, sirup, suntik jangka pendek dan suntik jangka panjang.
Keluarga diharapkan tetap memberikan dukungan dan perhatian pada penderita skizofrenia karena penderita skizofrenia dapat pulih dan dapat kembali produktif seperti orang lainnya. Masyarakatpun diharapkan semakin mengenal gangguan ini dan bisa menerima dengan baik pasien – pasien yang mengalami gangguan jiwa Skizofrenia ini. Beberapa Puskesmas di Kota Bogor sudah dilatih untuk pengenalan dan penatalaksanaan dini gangguan skizofrenia ini. Dokter, perawat, dan kader Puskesmas sudah bisa melakukan deteksi, penanganan, dan rujukan bila diperlukan. Jangan ragu untuk berobat ke Puskesmas apabila ditemukan adanya perubahan pada perasaan, pikiran , dan perilaku. Gangguan jiwa akan lebih baik pemulihannya ketika ditemukan dengan cepat dan ditangani dengan tepat.
Salam sehat jiwa !


Dr. Lahargo Kembaren, SpKJ
Psikiater di RS Jiwa Dr.H. Marzoeki Mahdi Bogor

6 comments:

  1. Pak Dokter bapak praktek di mana?dan saya ada saudara yg susah sekali utk ke dokter tapi waham dan halusinasinya sudah tampak,,bagai mana membujuk supaya bisa konsultasi sama bapak.Terima kasih

    ReplyDelete
  2. Blog ini bnr2 bermanfaat sekali menambah informasi ttg kejiwaan utk masyarakat byk. Sangat jarang literatur psikologi, kejiwaan dari anak bangsa, atau berbahasa indonesia. Sampai dg saat ini lebih banyak literatur asing. Terima kasih untuk berbagi ilmu, semoga diikuti oleh anak bangsa lainnya.

    ReplyDelete
  3. apakah dengan ber zikir tiap hari dapat menyembuhkan ? trims

    ReplyDelete
  4. Dok terimakasih ats informasinya..bnr2 brmnfaat

    ReplyDelete
  5. Dok terimakasih ats informasinya..bnr2 brmnfaat

    ReplyDelete