Blog seorang psikiater di Kota Bogor yang membahas berbagai hal mengenai kesehatan jiwa. (Dr. Lahargo Kembaren, SpKJ)

Mudah Marah ? Bisa jadi gangguan Bipolar !

Saturday, August 17, 2013 Posted by Lahargo Kembaren No comments


Mudah Marah ? Bisa jadi gangguan Bipolar !


Marah adalah suatu reaksi emosi yang sering kita alami dalam hidup kita sehari-hari. Pada sebuah simposium psikiatri di Jakarta baru-baru ini terungkap bahwa marah bisa merupakan suatu tanda dari sebuah gangguan yang disebut gangguan bipolar.



Gangguan bipolar adalah gangguan yang dapat membuat mood seseorang yang normal dapat menjadi sangat ekstrim sehingga disebut manik depresif. Orang dengan gangguan bipolar memiliki mood yang tidak menentu (mood swing). Moodnya dapat berayun dari yang paling rendah (depresi) ke yang paling tinggi (mania).  Orang dengan gangguan bipolar tetap dapat hidup dan beraktivitas seperti orang normal lainnya bahkan mereka dapat menjadi sangat produktif dalam kehidupan mereka.

Apakah Gangguan Bipolar itu ?
Gangguan bipolar (gangguan manik depresi) adalah gangguan biologi yang cukup berat yang mengenai lebih dari 1 % dari populasi. Sebagai manusia kita pernah merasakan berbagai macam bentuk mood yaitu : gembira, sedih, marah,dll. Mood yang tidak nyaman dan perubahan pada mood adalah reaksi yang normal terhadap kehidupan sehari-hari. Tetapi ada perubahan mood yang menimbulkan gangguan pada fungsi sehari-hari, hal ini disebut sebagai gangguan mood. Gangguan mood adalah kondisi medis yang mempengaruhi mood dan apa yang kita rasakan. Terdapat 2 jenis gangguan mood yaitu :
Gangguan unipolar (1 kutub) : gangguan depresi mayor, yaitu mood yang menurun.
Gangguan bipolar (2 kutub) : terdapat mood yang meningkat yang dapat juga disertai
mood yang menurun.
Semua gangguan tsb berhubungan dengan perubahan kimiawi di otak. 

Apa Saja Gejala—Gejala Gangguan    Bipolar ?
Gangguan bipolar adalah penyakit di mana perubahan mood terjadi silih berganti. Pada satu waktu moodnya bisa meningkat, kemudian bisa berubah jadi menurun/depresi dan pada saat lain bisa normal. Terdapat 4 jenis  episode mood pada gangguan bipolar :
Mania (episode manik) : Mania dimulai dengan perasaan senang disertai dengan energi yang berlebih, merasa sangat kreatif. Perasaan ini secara cepat berkembang menjadi suatu euphoria (perasaan senang yang sangat berlebihan) atau menjadi sangat irrirable/sensitif. Orang dengan mania biasanya menolak disalahkan dan sering malah marah menyalahkan orang yg menegurnya. Selama satu minggu, terdapat gejala-gejala yang membuat pasien sulit berfungsi dalam hidup sehari-hari:
       Perasaan “tinggi”, euphoria, hebat, penting, mudah tersinggung
       Tidak butuh tidur, punya energi berlebih
       Berbicara sangat cepat sehingga tidak terikuti oleh orang lain
       Memiliki ide-ide yg banyak (racing thought)
       Perhatian gampang teralih/distracted
       Melakukan tindakan yang berbahaya tanpa memikirkan konsekuensinya (contoh: belanja, aktivitas seksual yg tdk sesuai, investasi yg salam,dll)
       Pada keadaan yg berat dapat muncul halusinasi dan waham (keyakinan yang salah)
Hipomania (episode hipomanik) : episode ini lebih ringan dibandingkan episode manik dengan gejala-gejala yang sama tetapi tidak terlalu menyebabkan gangguan. Selama episode hipomanik ini, pasien dapat merasakan mood yang meningkat, merasa lebih baik dari biasanya dan merasa lebih produktif. Episode ini dirasakan sebagai perasaan yang baik dan jarang disadari oleh seseorang sebagai hal yang salah.
Depresi (episode depresi mayor) : Selama episode ini, selama 2 minggu pasien me ngalami gejala-gejala :
       Perasaan sedih dan kehilangan minat terhadap hal-hal yang sebelumnya diminati
       Kesulitan tidur atau tidur berlebihan
       Kehilangan nafsu makan atau makan jadi terlalu banyak
       Sulit berkonsentrasi atau sulit membuat keputusan
       Merasa jadi lambat atau tidak dapat duduk tenang
       Merasa tidak berharga, merasa bersalah dan memiliki harga diri yang rendah
       Berpikir tentang kematian dan bunuh diri
       Pada keadaan yang berat dapat juga muncul halusinasi dan waham (keyakinan yang salah)

Episode campuran : Dalam satu haru terdapat perubahan mood mulai dari mania dan depresi yang berlangsung bergantian.

Bagaimana Gangguan Bipolar Ditangani ?
       Obat –obatan :
o   Mood stabilizers : Lithium, Divalproex, Karbamazepin, Lamotrigin
o   Anti psikotik : Aripiperazole, Olanzapine, Quetiapine, Risperidone.
o   Edukasi : pasien dan keluarga mempelajari mengenai gejala-gejala bipolar dan bagaimana mengatasinya termasuk mencegah komplikasinya
       Psikoterapi : Membantu pasien dan keluarga untuk mengatasi pikiran, perasaan, dan perilaku yang mengganggu. Penekanannya pada deteksi dini gangguan, mengatur aktivitas dan tingkat stress, dan latihan keterampilan mengatasi masalah
       Support Group : Suatu kelompok yang dibentuk untuk mempertahankan keadaan stabil pasien bipolar. Sebuah kelompok yang dapat memberikan pengertian, pemahaman dan membuat pasien bipolar merasa aman, diterima serta memotivasi pasien untuk mengikuti rencana terapi.

Apa yang Dapat Dilakukan Keluarga dan Teman ?
       Memberikan motivasi pada orang dengan gangguan bipolar untuk berobat ke dokter, minum obat teratur dan menghindari alkohol serta obat terlarang
       Lihat dan waspadai gejala-gejala bunuh diri dan segera menghubungi rumah sakit atau kepolisian untuk mendapat pertolongan
       Berbagi tanggung jawab dengan anggota keluarga lainnya untuk mengurangi stress
       Tunjukkan bahwa selalu ada harapan untuk hidup yang lebih baik
       Selalu mencari informasi mengenai gangguan bipolar dan menerapkannya dalam kehidupan

Dr.Lahargo Kembaren,SpKJ
Psikiater di RS Jiwa Dr.H.Marzoeki Mahdi Bogor

0 comments:

Post a Comment