Blog seorang psikiater di Kota Bogor yang membahas berbagai hal mengenai kesehatan jiwa. (Dr. Lahargo Kembaren, SpKJ)

Mengatasi Rasa Kehilangan dalam Hidup

Sunday, August 18, 2013 Posted by Lahargo Kembaren 1 comment

Setiap orang pernah mengalami peristiwa kehilangan dalam kehidupannya. Kehilangan tersebut bisa kehilangan seseorang, sesuatu, atau posisi yang sangat berharga. Kehilangan adalah suatu peristiwa alami yang pasti dihadapi oleh setiap orang dalam hidupnya. Respon seseorang ketika menghadapi kehilangan adalah suatu hal yang terpenting dalam proses kehilangan tersebut.   Gejala gejala distres mental yang muncul, seperti ketakutan, gangguan tidur, mimpi buruk, siaga berlebihan, panik, berduka,  sedih, kecewa dsb adalah respon psikologik yang “normal” terhadap peristiwa yang tidak biasa. Ada beberapa tahapan yang akan dilalui seseorang yang mengalami suatu peristiwa kehilangan, yaitu :

1.    Syok & Denial - Pada awalnya, kehilangan seseorang tampak tidak nyata. Anda tidak percaya itu hal itu terjadi.   Anda akan menganalisis setiap kata kata, setiap tindakan yang dilakukan, setiap detail sekecil apapun akan diperiksa untuk memastikan bahwa hal itu tidak benar-benar terjadi.  Anda akan bersikeras bahwa ini tidak dapat terjadi pada Anda, tidak hari ini, tidak sekarang, Anda tidak siap saat ini. Anda akan mengatakan kepada diri sendiri bahwa Anda tidak bisa menangani hal ini.
2.    Nyeri & Rasa Bersalah - Berikutnya Anda akan merasa hampa dan mati rasa, sakit itu ada    di dalam dan tidak ada yang dapat menenangkan itu. Anda mulai menyalahkan diri sendiri  Anda bertanya-tanya apa yang bisa dilakukan, bahkan harus dilakukan, untuk mencegah hal itu. Anda merasa sebagai orang yang paling bertanggung jawab atas kejadian kehilangan tersebut sehingga Anda akan berusaha keras menghibur orang lain yang juga merasakan kehilangan ini.
3.    Kemarahan & tawar menawar - Pada tahap ini, Anda menjadi marah dan sangat marah. Anda bersikeras untuk mencari suatu  jawaban atas kehilangan tersebut. Anda ingin seseorang untuk menjelaskannya dan ingin seseorang untuk memperbaiki hal tersebut. Anda ingin seseorang untuk bertanggung jawab karena Anda merasa ini tidak adil. Anda bersedia untuk membuat kesepakatan dengan Tuhan agar bisa mengembalikan sesorang/sesuatu yang hilang itu.
4.    Depresi & Kesepian - Realisasi apa yang telah terjadi mulai   Anda rasakan dan Anda mulai menerima bahwa mereka tidak akan kembali lagi. Anda mulai berpikir tentang kehidupan tanpa mereka yang telah tiada,  Anda mengalami depresi dan kesedihan suram dalam mengisi rutinitas sehari-hari Anda.  
5.    Membuat hidup kembali. Pada tahap ini, Anda sudah tahu bahwa kehidupan yang terjadi di sekitar Anda bukanlah seluruhnya partisipasi Anda. Anda mulai berpikir tentang mencoba untuk merasa lebih baik, tetapi Anda hampir selalu merasa bersalah. Anda mulai berpikir tentang apa yang orang meninggal itu inginkan  Apakah mereka ingin Anda masih akan tertekan, atau apakah mereka mengharapkan Anda untuk melanjutkan kehidupan Anda?
6.    Membangun kembali kehidupan. Pada titik ini, Anda telah memutuskan bahwa inilah saatnya untuk melanjutkan kehidupan Anda. Anda mulai menciptakan cara-cara untuk menemukan saat-saat kebahagiaan dengan tetap  masih menghormati kenangan terhadap yang sudah tiada. Anda mulai melihat bahwa pekerjaan baik dan kehidupan yang baik yang Anda kerjakan akan membuat mereka yang sudah tiada itupun senang dan bahagia.
7.    Penerimaan & Harapan. Pada tahap ini, Anda telah menerima kematian mereka dan Anda menyadari bahwa siapa pun tidak ada yang dapat membawa mereka kembali. Anda menyadari bahwa hidup harus terus berjalan dan  Anda mulai berpikir tentang  masa depan Anda, meskipun masa depan Anda tidak lagi termasuk mereka yang sudah tiada. Anda masih merindukan mereka yang sudah tiada tapi sudah bisa menerima kenyataan bahwa saat ini itu semua hanyalah memori yang hanya bisa dikenang.

(tulisan ini didedikasikan bagi seorang ibu yang kehilangan anak terkasihnya)

Dr.Lahargo Kembaren,SpKJ
Psikiater RS.Dr.H.Marzoeki Mahdi Bogor

1 comment:

  1. Tapi di saat saya kehilangan anak saya selagi dalam kandungan....tidak ada seorang pun yang mendampingi dan memberikan support....semua saya rasakan dan hadapi sendiri...hati saya terasa hancur dan merasa tidak ada artinya lg....apa yang harus saya lakukan....?

    ReplyDelete