Blog seorang psikiater di Kota Bogor yang membahas berbagai hal mengenai kesehatan jiwa. (Dr. Lahargo Kembaren, SpKJ)

Masalah Kejiwaan pada Penyakit Fisik

Saturday, August 17, 2013 Posted by Lahargo Kembaren No comments


Masalah Kejiwaan pada Penyakit Fisik

Siapapun tentunya tidak menghendaki dirinya menderita suatu penyakit. Tetapi ketika penyakit itu menyerang mereka tidak satupun yang dapat menghindarinya. Penyakit menyerang keseimbangan hidup dari seorang individu yaitu : FISIK – JIWA – LINGKUNGAN. Hal ini menimbulkan implikasi bahwa penanganan seorang pasien yang menderita sakit haruslah meliputi semua aspek tersebut, ini yang disebut sebagai penanganan yang holistik. Pasien yang mengalami gangguan stroke misalnya tentunya akan mendapatkan obat-obatan untuk penanganan stroke yang dialaminya, tetapi seringkali terlupakan bahwa dia juga mengalami masalah kejiwaan seperti gangguan penyesuaian dengan mood depresi dan cemas karena adanya suatu perubahan dan penderitaan yang dialaminya. Masalah kejiwaan ini sering sekali tidak terdeteksi atau bahkan diabaikan oleh pasien, keluarga bahkan oleh petugas medis. Penyakit fisik yang disertai masalah kejiwaan perlu mendapatkan penanganan yang komprehensif dari semua pihak yang terkait terutama dari para petugas medis, dokter dan perawat. Penelitian menunjukkan bahwa apabila hal ini ditangani dengan baik maka kesembuhan pasien lebih cepat tercapai dan kualitas hidup pasien juga bisa lebih cepat meningkat.  Dari beberapa penelitian yang ada menunjukkan bahwa gangguan psikiatrik tidak terdeteksi sampai 88% , depresi tidak terdeteksi sampai 50-86%, delirium (gangguan kesadaran yang ditandai penderita yang berperilaku kacau) dan demensia (kepikunan) hanya terdiagnosis sekitar 14-37% dari keseluruhan kasus, penelitian di Eropa: 39% dari pasien rawat inap mengalami komorbiditas gangguan jiwa.
Beberapa masalah kejiwaan yang mungkin muncul pada penyakit fisik antara lain adalah :
-          Depresi
-          Cemas
-          Psikotik
-          Fobia
-          Delirium
-          Demensia
-          Gangguan penyesuaian
-          PTSD (gangguan stres pasca trauma)
-          Gaduh gelisah
-          Dll
Banyak penyakit-penyakit fisik yang perlu mendapatkan perhatian dan pemeriksaan psikiatri lebih lanjut, antara lain yaitu :
-          Diabetes melitus
-          Penyakit jantung
-          Hipertensi dan stroke
-          Penyakit kronis menahun yang tidak sembuh-sembuh
-          Penyakit kanker
-          Pasien kecelakaan yang membuat anggota tubuhnya harus diamputasi / hilang
-          Masalah baby blues pada perempuan yang baru melahirkan
-          Depresi dan psikotik post partum (sehabis melahirkan)
-          HIV –AIDS
-          Epilepsi
-          Gangguan tidur pada berbagai penyakit fisik
-          Dll

Saat ini di RS Marzoeki Mahdi Bogor baru dibuka sebuah ruang rawat Consultation Liason Psychiatry (CLP) yang disebut paviliun Basudewa. Ini adalah merupakan ruang perawatan yang menerapkan perawatan pasien secara tim, baik dari medis fisik maupun psikiatri secara holistik. Selain mendapatkan obat-obatan secara fisik, pasien juga mendapatkan pelayanan secara kejiwaannya dari para psikiater, psikolog dan perawat. Diharapkan melalui pelayanan yang holistik ini maka pasien bisa lebih cepat sembuh dan kualitas hidup bisa lebih cepat meningkat.  Saat ini, makin terasa kebutuhan untuk pendekatan komprehensif terintegrasi dalam penanganan pasien, apalagi dengan makin tingginya taraf kesehatan dan sofistikasi masyarakat. Yang dipermasalahkan bukan lagi sekedar teratasinya kondisi sakit, akan tetapi masalah kualitas hidup. Kemajuan teknologi kedokteran telah terbukti berhasil memperpanjang usia harapan hidup, tetapi pertimbangan sejauh mana kualitas hidup juga akan meningkat menjadi lebih penting untuk diperhatikan di masa mendatang. CLP (Consultation Liason Psychiatry) memfokuskan pada masalah individual pasien dan menyampaikan pengetahuannya melalui berbagai upaya agar kompetensi suatu unit perawatan dapat ditingkatkan. Konsultasi psikiatri yang tepat, hubungan kerjasama yang terbina dengan dokter yang merujuk, dan juga keterlibatan seluruh anggota tim dalam perencanaan dan selama penangan pasien, akan meningkatkan mutu pelayanan pasien-pasien dengan komorbiditas psikiatri.


Dr.Lahargo Kembaren,SpKJ
Psikiater RS.Dr.H.Marzoeki Mahdi Bogor

0 comments:

Post a Comment