Blog seorang psikiater di Kota Bogor yang membahas berbagai hal mengenai kesehatan jiwa. (Dr. Lahargo Kembaren, SpKJ)

MANFAAT PUASA BAGI KESEHATAN JIWA

Tuesday, July 21, 2015 Posted by Lahargo Kembaren No comments
Bulan ini adalah bulan Ramadhan di mana seluruh umat muslim melakukan puasa. Puasa yang dilakukan adalah menahan hawa nafsu, serta menahan lapar dan haus. Tidak jarang juga ada mereka yang non muslim ikut juga berpuasa untuk menghargai mereka yang berpuasa atau karena keadaan.  Bila dikaji lebih mendalam, inti dari puasa adalah pengendalian diri. Orang yang sehat jiwanya adalah orang yang mampu menguasai dan mengendalikan diri terhadap dorongan-dorongan yang datang dari dalam dirinya maupun yang datang dari luar. Jadi sebenarnya dengan melakukan puasa kita sedang melatih diri kita untuk mencapai kesehatan jiwa yang optimal.      

Setiap orang pasti akan menghadapi keadaan sulit yang tidak diharapkan pada setiap fase kehidupannya. Dengan kesehatan jiwa yang optimal maka orang tersebut akan mampu menghadapi keadaan tersebut dan bisa tetap produktif dan berfungsi dengan baik dalam kehidupannya. Tetapi apabila stres tersebut terlalu berat dan kemampuan mentalnya kurang maka orang tersebut dapat mengalami gangguan jiwa seperti gangguan depresi, gangguan cemas dan gangguan psikotik. Puasa merupakan suatu sarana untuk detoksifikasi jiwa karena dengan dengan melakukan puasa maka orang tersebut memiliki kekuatan ego yang besar untuk mengendalikan dirinya.    Allan Cott, M.D., seorang ahli dari  AS menjelaskan bahwa manfaat  puasa adalah :
1. Membuat tubuh menjadi  lebih baik secara fisik dan mental.
2. Membuat tubuh menjadi  lebih muda dan segar
3. Membersihkan badan.
4. Menurunkan tekanan darah dan kadar lemak.
5. Lebih mampu mengendalikan seks.
6. Membuat badan sehat dengan  sendirinya.
7. Mengendorkan ketegangan jiwa.
8. Menajamkan fungsi indrawi.
9. Memperoleh kemampuan mengendalikan diri sendiri.
10. Memperlambat proses penuaan.

Beberapa perilaku yang terbentuk pada masa-masa puasa seperti menahan diri untuk tidak marah (anger management), menahan diri untuk tidak merokok, menahan diri untuk tidak melakukan perilaku pornografi, dll adalah suatu hal yang baik.  Seperti kita ketahui bahwa perilaku-perilaku tersebut memberikan dampak negatif bagi kesehatan fisik dan jiwa maka puasa dapat dijadikan suatu momentum untuk benar-benar melakukan perubahan perilaku yang mendasar dan terus menerus.  Diharapkan dengan terjadinya suatu perubahan perilaku negatif menjadi perilaku yang positif maka kesehatan fisik dan jiwa lebih dapat ditingkatkan.

Selamat menunaikan ibadah puasa. Salam sehat jiwa !


Dr.Lahargo Kembaren,SpKJ
Psikiater RS.Jiwa Dr.H.Marzoeki Mahdi Bogor

0 comments:

Post a Comment