Blog seorang psikiater di Kota Bogor yang membahas berbagai hal mengenai kesehatan jiwa. (Dr. Lahargo Kembaren, SpKJ)

Gangguan Kepribadian Antisosial, Pribadi Yang Menyulitkan

Tuesday, August 06, 2013 Posted by Lahargo Kembaren 1 comment


Gangguan Kepribadian Antisosial, Pribadi Yang Menyulitkan


Kita mungkin pernah mendengar tentang seseorang yang berkali-kali melanggar hukum/aturan, berurusan dengan polisi dan melakukan banyak perilaku yang merugikan orang lain. Atau mungkin di tempat kerja kita ada rekan kerja yang sangat sulit diajak kerja sama karena perilakunya yang mau menang sendiri saja. Bisa juga orang itu adalah orang dengan gangguan kepribadian antisosial. Mereka dengan ganggua kepribadian antisosial ini sulit untuk bisa beradaptasi dengan suatu lingkungan atau keadaan sosial yang baik dan cenderung menjadi ‘biang kerok’ dalam setiap masalah yang muncul.

Dalam menjalani kehidupannya sejak kecil, remaja, dewasa hingga lanjut usia, seseorang mempunyai kecenderungan atau kebiasaan menggunakan suatu pola yang relatif serupa dalam menyikapi masalah yang dihadapi.  Bila diperhatikan, cara atau metode penyelesaian itu tampak sebagai sesuatu yang terpola tertentu dan dapat ditengarai sebagai ciri atau tanda untuk mengenal orang tersebut.  Kepribadian adalah Adalah totalitas dari ciri perilaku dan emosi yang merupakan karakter atau ciri seseorang dalam kehidupan sehari-hari dalam kondisi yang biasa dan sifatnya stabil dan dapat diramalkan. Sedangkan orang dengan gangguan kepribadian adalah orang yang memiliki ciri kepribadian yang bersifat tidak fleksibel dan maladaptif yang menyebabkan disfungsi yang bermakna atau penderitaan  subjektif.  Pada seorang individu dengan Gangguan Kepribadian, terjadi disfungsi dalam hubungan keluarga, pekerjaan, fungsi sosial. Dapat pula berkaitan dengan tindakan kriminal, penyalahgunaan zat, pembunuhan, bunuh diri, kecelakaan, perceraian, problem pemeliharaan anak, sering datang ke klinik gawat darurat. Terkadang Gangguan Kepribadian berkaitan dengan gangguan jiwa yang lain antara lain depresi, panik, dll

Salah satu gangguan kepribadian yang ada dalam DSM IV (diagnostic statistical manual) adalah gangguan kepribadian antisosial yang ditandai dengan ciri-ciri :
1.       Tidak peduli dengan perasaan orang lain
2.       Secara menetap tidak bertanggung jawab terhadap norma, peraturan, kewajiban sosial
3.       Tidak mampu mempertahankan hubungan interpersonal walaupun tidak ada kesulitan
4.       Mudah frustrasi dan bertindak agresif / kekerasan
5.       Tidak mampu menerima kesalahan atau belajar dari pengalaman / hukuman
6.    Bila ia mengalami konflik sosial, ia cenderung menyalahkan orang lain, atau memberikan     rasionalisasi dari perbuatannya

Gangguan kepribadian ini sangat menyulitkan mereka yang mengalaminya dan juga menyulitkan bagi keluarga, tempat kerja dan lingkungannya. Mereka dengan gangguan kepribadian antisosial memiliki kesulitan untuk bisa beradaptasi dengan baik dalam suatu pola, sistem atau norma tertentu dan memiliki kecenderungan untuk melanggarnya. Tidak adanya rasa bersalah setelah melakukan suatu pelanggaran atau perilaku yang merugikan membuat gangguan ini sulit untuk diterapi. Gangguan kepribadian yang seperti ini terbentuk dari usia kecil, lingkungan dan pola asuh memegang peranan utama disamping memang ada juga faktor genetik yang berperan.

Melakukan konsultasi yang rutin dengan psikiater / psikolog dapat menolong mereka yang mengalami gangguan kepribadian antisosial ini untuk lebih dapat mengendalikan perilakunya agar dapat lebih adaptif dan dapat diterima oleh masyarakat.  Psikoterapi seperti psikoanalisis dan CBT (cognitive behaviour therapy) dapat mengurangi intensitas perilaku merugikan. Obat psikofarmaka seperti mood stabilizer dapat mengontrol mood dan perasaan agar bisa tetap stabil.



 
Dr.Lahargo Kembaren, SpKJ
Psikiater RS.Jiwa Dr. H.Marzoeki Mahdi Bogor

1 comment: