Blog seorang psikiater di Kota Bogor yang membahas berbagai hal mengenai kesehatan jiwa. (Dr. Lahargo Kembaren, SpKJ)

BBM naik, harga meroket, waspada stres

Saturday, August 17, 2013 Posted by Lahargo Kembaren No comments


BBM naik, harga meroket, waspada stres


            Pemerintah sudah memutuskan untuk menaikkan harga BBM beberapa hari yang lalu dan ini menimbulkan dampak yang luas di masyarakat. Harga-harga kebutuhan pokok   saat ini terus naik  dan ini menimbulkan beban yang cukup berat bagi masyarakat, salah satunya adalah berpengaruh pada kesehatan mental masyarakat. Situasi yang tidak nyaman seperti sekarang ini bisa memunculkan respon yang berbeda pada setiap orang. Ini bisa memunculkan kreativitas seseorang dalam mengembangkan diri lebih maju lagi untuk dapat beradaptasi dengan keadaan tetapi juga bisa membuat seseorang menjadi terpuruk karena tidak dapat beradaptasi dengan keadaan. Ketidakmampuan seseorang beradaptasi dengan keadaan inilah yang merupakan ancaman terhadap munculnya stres. Orang yang mengalami stres  tidak dapat menjalankan fungsinya sehari-hari atau mengalami gangguan dalam produktivitasnya. Seorang karyawan dapat tidak optimal dalam bekerja, guru tidak dapat mengajar dengan baik, pelajar tidak dapat belajar dengan baik. Bahkan ada banyak sekali kasus orang yang bunuh diri karenan tekanan ekonomi yang sangat berat saat ini. Stres dapat menyebabkan seseorang mengalami gangguan kejiwaan yang bentuknya bermacam-macam. Beberapa gangguan kejiwaan yang perlu dikenal antara lain adalah :

1. Depresi

Depresi adalah perasaan yang sedih dan kehilangan minat terhadap segala sesuatu. Pasien dapat mengungkapkan bahwa mereka merasa murung, tidak ada harapan, terbuang dan tidak berharga. Pasien sering mengaku bahwa perasaannya sakit sekali, dan kadang-kadang sampai tidak bisa menangis. Bahkan pasien bisa melakukan tindakan bunuh diri.

Gejala dan Tanda :
       Biasanya berlangsung paling sedikit 2 minggu lamanya, memperlihatkan paling sedikit empat dari gejala-gejala berikut ini :
       Sedih/murung hampir sepanjang waktu
       Kehilangan minat/gairah hidup
       kehilangan nafsu makan, (penurunan berat badan)
       Perubahan pola tidur
       Perubahan pola tingkah laku, (serba lamban)
       Kekurangan energi, (mudah lelah lesu)
       Merasa bersalah/berdosa,
       Kesulitan berpikir (susah konsentrasi)
       kesulitan membuat keputusan
       berulang-ulang memikirkan tentang kematian dan ingin bunuh diri.

2. Cemas

            Sensasi anxietas / cemas se ring dialami oleh hampir semua manusia. Perasaan tersebut ditandai oleh rasa ketakutan yang difius, tidak menyenangkan, seringkali disertai oleh gejala otonomik, seperti nyeri kepala, berkeringat, palpitasi, gelisah, dan sebagainya.  Kumpulan gejala tertentu yang ditemui selama kecemasan cenderung bervariasi, pada setiap orang tidak sama.

Gejala dan Tanda :
Gejala psikologik:
Ketegangan, kekuatiran, panik, perasaan tak nyata, takut mati , takut ”gila”, takut kehilangan kontrol dan sebagainya.
Gejala fisik:
Gemetar, berkeringat, jantung berdebar, kepala terasa ringan, pusing, ketegangan otot, mual, sulit bernafas, baal, diare, gelisah, rasa gatal, gangguan di lambung, rasa sesak nafas; rasa sakit dada; kadang-kadang merasa harus menarik nafas dalam; ada sesuatu yang menekan dada; jantung berdebar; mual; vertigo; tremor; kaki dan tangan merasa kesemutan; kaki dan tangan tidak dapat diam ada perasaan harus bergerak terus menerus; kaki merasa lemah, sehingga berjalan dirasakan berat; kadang- kadang ada gagap.

3. Psikotik

Psikotik adalah gangguan jiwa yang ditandai dengan ketidakmampuan individu menilai kenyataan yang terjadi (realitas).

Gambaran utama perilaku yang diperlihatkan oleh pasien yaitu :
       Halusinasi (persepsi indera yang salah atau yang dibayangkan : misalnya, mendengar suara yang tak ada sumbernya atau melihat sesuatu yang tidak ada bendanya)
       Waham (ide yang dipegang teguh yang nyata salah dan tidak dapat diterima oleh kelompok sosial pasien, misalnya pasien percaya bahwa mereka diracuni oleh tetangga, menerima pesan dari televisi, merasa diamati/diawasi oleh orang lain, merasa ada pikiran asing yg keluar masuk otaknya, merasa pikirannya tersiar sehingga orang lain tahu, merasa memiliki kehebatan tertentu yg tdk masuk akal).
       Perubahan perilaku; menjadi aneh seperti menyendiri, kecurigaan berlebihan, mengancam diri sendiri, orang lain atau lingku ngan, bicara dan tertawa sendiri, serta marah-marah atau memukul tanpa alasan.
       Pembicaraan aneh atau kacau (tidak nyambung)
       Keadaan emosional yang labil dan ekstrim ( iritabel )


Gangguan kejiwaan ini dapat menyebabkan orang tersebut tidak dapat berfungis dengan baik dalam sosial dan pekerjaannya sehingga dia menjadi tidak produktif. Dengan mengenali gangguan jiwa dan stres seperti di atas maka diharapkan orang tersebut dapat cepat dibawa berobat karena semakin cepat seseorang mendapatkan obat maka semakin baik juga kesempatannya untuk sembuh. Segera berkonsultasi dengan psikiater / psikolog untuk mendapatkan pertolongan lebih lanjut.

Terapi untuk stres dan gangguan jiwa antara lain adalah :

       Farmakologi : dengan menggunakan obat-obatan seperti anti cemas, anti depresi, anti psikotik, dan mood stabilizer.
       Non Farmakologi : dengan psikoterapi yang bersifat suportif, re-edukatif, dan re-konstruksi, dapat juga dengan psiko edukasi, dan terapi lainnya.
       Teknik relaksasi
       Hypnotherapy,
       dll

Mari beradaptasi dengan keadaan yang sulit sambil terus mengembangkan diri dan kenali gejala-gejala stres sejak dini. Salam sehat jiwa!


Dr.Lahargo Kembaren, SpKJ
Psikiater RS Jiwa Dr.H.Marzoeki Mahdi Bogor

0 comments:

Post a Comment