Blog seorang psikiater di Kota Bogor yang membahas berbagai hal mengenai kesehatan jiwa. (Dr. Lahargo Kembaren, SpKJ)

Apakah Anda bersikap pasif, asertif atau agresif?

Saturday, August 17, 2013 Posted by Lahargo Kembaren 2 comments


Apakah Anda bersikap pasif, asertif atau agresif?


Seorang bapak berpakaian perlente tiba-tiba saja masuk menyerobot masuk ke dalam suatu antrian di depan tempat pembelian tiket. Sebagian orang tidak peduli karena tidak mau mencari keributan, menganggap itu hanya sebuah perkara sepele (padahal dalam hati dongkol juga). Ada beberapa orang yang kemudian berteriak, memaki-maki dengan kata-kata yang kasar sehingga menyinggung perasaan si bapak. Tetapi ada seorang anak muda yang kemudian mendekati si bapak sambil berkata, “Pak, saya yakin Bapak ingin buru-buru sehingga ingin cepat dapat tiket kereta tetapi kami yang sedang mengantri ini pun kurang lebih sama seperti Bapak.”   

Mengungkapkan perasaan dan pikiran kita tentang orang lain adalah hal yang penting karena itu bisa mengurangi keletihan mental kita dan menjadi ventilasi perasaan kita. Menyembunyikan perasaan kita dengan tujuan tidak mau mencari keributan/musuh, terlalu mudah mengalah, dan sulit berkomunikasi menyebabkan perasaan menjadi terpendam sehingga menyebabkan keadaan tidak berubah dan kita mengalami kelelahan emosional. Tetapi masyarakat kita sekarang cenderung untuk berprilaku agresif dalam menyikapi berbagai hal sehingga menyinggung hak-hak orang lain dan terjadilah banyak keributan di sana sini, demonstrasi, dan hal-hal lain yang malah memperkeruh situasi. Ada suatu perilaku yang disebut perilaku asertif yaitu suatu perilaku dalam menyampaikan apa yang kita rasakan dan pikirkan tanpa menyinggung perasaan dan hal-hak orang lain. Jadi terdapat 3 model utama bagaimana seseorang bersikap terhadap situasi tertentu, yaitu :
1.       Pasif      : Suatu perilaku yang menghindari konflik sehingga cenderung menomorduakan perasaan dan pikiran pribadi. Perilaku ini memiliki ciri yaitu banyak mengalah sehingga cenderung dikuasai oleh rasa takut, cemas, tertekan dan tidak berbuat apa-apa. Membiarkan sesuatu yang tidak nyaman terjadi begitu saja.
2.       Agresif  : Adalah suatu perilaku yang secara jujur dan terbuka menyatakan ketidaksukaannya terhadap perilaku seseorang tetapi dengan cara yang tidak tepat dan disertai dengan marah yang meledak. Perilaku agresif bertujuan untuk menjatuhkan seseorang, mengabaikan perasaan orang lain dan hanya peduli pada tercapainya keadaan bagi diri sendiri. Cara yang kasar, suara keras, dan ekspresi tubuh yang tegang menjadi ciri suatu perilaku agresif.
3.       Asertif  : Ini adalah suatu perilaku berani mengungkapkan pikiran, perasaan, kebutuhan, hak pribadi, dengan tetap memperhatikan pikiran, perasaan orang lain. Perilaku asertif dengan sopan mengungkapkan ide/pikirannya dengan cara elegan yang tidak membuat orang yang diajak bicara menjadi tersinggung dan sakit hati. Perilaku asertif menekankan pada penyelesaian suatu masalah dengan efektif. Suara yang sedang namun tegas, postur tubuh yang relaks dengan menatap lawan bicara merupakan ciri suatu perilaku yang asertif.

Kita tidak bisa membiarkan sesuatu yang tidak baik terjadi begitu saja di depan mata kita tetapi cara kita bersikap menunjukkan orang seperti apa kita. Perilaku asertif  adalah suatu ekspresi pikiran, perasaan, dan keyakinan secara langsung, jujur, dan pantas dengan menghargai hak-hak orang lain. Ini adalah suatu cara terbaik dalam menyelesaikan suatu masalah tanpa kekerasan seperti dibiasakan oleh banyak orang Indonesia sekarang ini. Tayangan media, contoh perilaku tokoh negara, masyarakat dan dunia hiburan secara tidak langsung mengubah cara perilaku kita dalam menghadapi sesuatu. Mari kita bersikap asertif dalam menyikapi berbagai hal yang terjadi di sekeliling kita sehingga kehidupan yang lebih baik dapat tercapai. Salam sehat jiwa !

Oleh :
Dr.Lahargo Kembaren, SpKJ
Psikiater RS.Dr.H.Marzoeki Mahdi Bogor
Peserta Training Fellowship di WHO Collaborating Centre, Yongin Mental Hospital, Korea.

2 comments:

  1. apakah bisa kita merubah dari dari pasif ke asertif? jika iya, apa langkah yang harus kita ambil? mohon jawabannya ke email saya ya pak. ubaidillahnyariduit@yahoo.co.id

    ReplyDelete
  2. saya baru tau, terimakasih karna tulisannya sangat bermanfaat

    ReplyDelete