Blog seorang psikiater di Kota Bogor yang membahas berbagai hal mengenai kesehatan jiwa. (Dr. Lahargo Kembaren, SpKJ)

SKIZOFRENIA, MERUBAH KEPRIBADIAN SESEORANG

Wednesday, August 28, 2013 Posted by Unknown 6 comments
Seorang anak SMP datang konsultasi ke poliklinik psikiatri/jiwa dengan keluhan mendengar ada suara-suara bisikan yang menyuruhnya untuk melakukan sesuatu. Anak ini merasa bingung karena suara itu dirasakan membuatnya menjadi pintar tapi juga merasa bingung karena seringkali suara itu membingungkannya. Si anak tidak mengetahui dari mana munculnya suara ini dan kehidupannya mulai diatur oleh munculnya suara-suara itu. Perilaku si anak menjadi berubah, sebelumnya dia adalah anak yang pendiam tetapi sekarang berubah menjadi anak yang banyak bicara dan cerewet, dia pun menjadi mudah tersinggung bila ada orang yang melihat ke arahnya atau tertawa meski sebenarnya tidak ada maksud apa-apa dari orang tersebut. Orang tua si anak merasa ada yang tidak beres dengan anaknya dan membawanya ke “orang pintar” tetapi setelah beberapa waktu berobat dan menghabiskan biaya yang tidak sedikit, si anak tidak juga membaik akhirnya si anak dibawa ke RS. Pada beberapa kebudayaan sering sekali hal-hal di atas dianggap sebagai suatu kerasukan / kemasukan dan pengobatannya adalah dengan membawa yang sakit ini ke dukun/’orang pintar’. Dan apabila sudah sangat mengganggu sering kali orang ini harus dipasung, diikat, dikurung untuk menghindarkannya dari perilaku yang berbahaya. Secara ilmu psikiatri modern, sebenarnya gejala ini termasuk suatu gangguan jiwa yang disebut sebagai Skizofrenia. Skizofrenia adalah suatu gangguan jiwa berat yang ditandai dengan terjadinya perubahan sikap, perilaku dan emosi dari orang yang terkena. Biasanya kita sering melihat ‘orang gila’ (maaf istilah ini sudah tidak dipakai, kita bisa menyebutnya orang dengan masalah kejiwaan =ODMK) di jalanan, tidak berpakaian, kumal, mengoceh sendirian, jalan tak beralaskan apa-apa. Ya, itu adalah merupakan gejala dari skizofrenia yang sudah sangat berat. Apa saja sebenarnya gejala skizofrenia ini ? Berikut ini penjelasan yang dapat membuat kita lebih mengenal apa saja gejala dari Skizofrenia : Halusinasi : ini adalah gangguan persepsi panca indera, si penderita dapat merasa mendengar suara bisikan-bisikan di telinganya yang membuatnya jadi tersenyum sendiri, dan membuatnya bicara sendiri menanggapi suara-suara bisikan itu, bisa juga seperti melihat bayangan-bayangan makhluk halus yang sering membuatnya menjadi ketakutan, atau bisa juga seperti merasa ada yg menjalar di badannya atau menyentuhnya tetapi sebenarnya tidak ada apa-apa. Waham : Suatu keyakinan yang salah terhadap suatu hal yang dipegang teguh meski tidak sesuai dengan latar belakang, norma dan nilai sosial sehari-hari. Misalnya, penderita bisa merasa yakin bahwa ada yang ingin membunuh dirinya atau mengejar-ngejar dirinya sehingga dia menjadi sangat ketakutan, penderita bisa juga merasa orang-orang membicarakan dirinya sehingga dia merasa takut, khawatir dan tersinggung, bisa juga penderita merasa suatu hal yang tidak wajar terjadi pada dirinya atau merasa dirinya adalah tokoh tertentu. Perilaku yang tidak wajar : Misalnya tertawa sendiri, senyum sendiri, mengumpulkan barang-barang bekas/sampah, tidak pernah mandi atau mengurus badan. Fungsi sehari-hari berkurang : Nilai di sekolah menurun, tidak bisa mengurus anak, tidak bisa masak, tidak mau bekerja, bermalas-malasan, lebih banyak di kamar. Pembicaraan tidak nyambung : Bila diajak bicara topik tertentu sering ngawur dan tidak nyambung dengan apa yang dibicarakan, ditanya A jawabannya B.
·         Emosi tidak stabil : Sering marah-marah karena hal yang sepele, merusak benda-benda di rumah, menangis hebat tanpa alasan yang jelas, mudah tersinggung.
Apabila ada gejala-gejala di atas maka sangat mungkin orang tersebut menderita penyakit skizofrenia.
Penyebab dari gangguan jiwa yang disebut skizofrenia ini bermacam-macam :
·         Faktor keturunan : apabila ada anggota keluarga yang menderita skizofrenia atau gangguan jiwa lainnya maka anggota keluarga lain yang memiliki hubungan darah menjadi lebih rentan untuk terkena skizofrenia juga
·         Trauma kepala : apabila ada benturan di kepala, jatuh, kecelakaan dan terkena kepala atau terpukul di kepala dapat menyebabkan otak terganggu sehingga memunculkan gejala skizofrenia
·         Penyakit berat : beberapa penyakit berat seperti infeksi otak dapat membuat orang tersebut rentan untuk terkena skizofrenia
·         Stres yang berat : ada nya stres yang berat seperti kemarahan yang terpendam, ketakutan, kekecewaan, kesedihan yang mendalam, keinginan yang tidak tercapai, dan kehilangan orang yang dikasihi dapat menyebabkan orang terkena skizofrenia.
Penyakit gangguan jiwa seperti skizofrenia ini bila diobati dengan cepat dapat baik hasilnya. Pengobatan sekarang sudah sangat maju dan modern sehingga membuat gejala-gejala skizofrenia di atas bisa cepat berkurang dan hilang. Obat untuk skizofrenia ini disebut obat antipsikotik yaitu obat yang bekerja memperbaiki keseimbangan zat kimia (neurotransmiter) di dalam otak. Diharapkan apabila zat kimia di otak sudah stabil maka sikap, perilaku dan emosi penderita juga bisa membaik. Beberapa obat antipsikotik yang tersedia seperti Chlorpromazine, Haloperidol, Clozapine, Risperidone, Olanzapine, Quetiapine dan Aripiprazole dapat membantu memulihkan pasien skizofrenia. Obat ini ada dalam berbagai bentuk, ada tablet, sirup, suntik jangka pendek dan suntik jangka panjang.
Keluarga diharapkan tetap memberikan dukungan dan perhatian pada penderita skizofrenia karena penderita skizofrenia dapat pulih dan dapat kembali produktif seperti orang lainnya. Masyarakatpun diharapkan semakin mengenal gangguan ini dan bisa menerima dengan baik pasien – pasien yang mengalami gangguan jiwa Skizofrenia ini. Beberapa Puskesmas di Kota Bogor sudah dilatih untuk pengenalan dan penatalaksanaan dini gangguan skizofrenia ini. Dokter, perawat, dan kader Puskesmas sudah bisa melakukan deteksi, penanganan, dan rujukan bila diperlukan. Jangan ragu untuk berobat ke Puskesmas apabila ditemukan adanya perubahan pada perasaan, pikiran , dan perilaku. Gangguan jiwa akan lebih baik pemulihannya ketika ditemukan dengan cepat dan ditangani dengan tepat.
Salam sehat jiwa !


Dr. Lahargo Kembaren, SpKJ
Psikiater di RS Jiwa Dr.H. Marzoeki Mahdi Bogor

LAKUKAN RELAKSASI SAAT ANDA CEMAS DAN GELISAH

Sunday, August 18, 2013 Posted by Unknown 7 comments

Sensasi anxietas / cemas sering dialami oleh hampir semua manusia. Perasaan tersebut ditandai oleh rasa ketakutan yang difius, tidak menyenangkan, seringkali disertai oleh gejala otonomik, seperti nyeri kepala, berkeringat, palpitasi, gelisah, dan sebagainya.  Kumpulan gejala tertentu yang ditemui selama kecemasan cenderung bervariasi, pada setiap orang tidak sama.
 Gejala dan Tanda :

Gejala psikologik: 
Ketegangan, kekuatiran, panik, perasaan tak nyata, takut mati , takut ”gila”, takut kehilangan kontrol dan sebagainya.
Gejala fisik:
Gemetar, berkeringat, jantung berdebar, kepala terasa ringan, pusing, ketegangan otot, mual, sulit bernafas, baal, diare, gelisah, rasa gatal, gangguan di lambung, rasa sesak nafas; rasa sakit dada; kadang-kadang merasa harus menarik nafas dalam; ada sesuatu yang menekan dada; jantung berdebar; mual; vertigo; tremor; kaki dan tangan merasa kesemutan; kaki dan tangan tidak dapat diam ada perasaan harus bergerak terus menerus; kaki merasa lemah, sehingga berjalan dirasakan berat; kadang- kadang ada gagap.

Hal yang dapat dilakukan untuk mengurangi gejala di atas adalah dengan melakukan relaksasi. Relaksasi membuat otot-otot yang sebelumnya tegang menjadi santai, rileks dan nyaman.  Berikut ini urutan-urutan untuk melakukan relaksasi.
Sebelum mulai, atur terlebih dahulu pernafasan.
·         Duduk atau berbaringlah dengan tenang dan nyaman
·         Tutuplah mata dan perhatikan proses bernafas anda
·         Pusatkan perhatian, jangan berfikir tentang hal-hal lain selain nafas anda. Biarkan nafas itu masuk dan keluar dari tubuh anda. tarik nafas dalam 3 detik dan buang nafas dalam 3 detik pula.
·         Setelah nafas anda mulai teratur, bayangkan suatu tempat yang pernah anda kunjungi yang menurut anda suasananya sangat nyaman dan membuat anda merasa rileks. Tempat ini harus tenang dan damai seperti pantai, gunung, hutan, pemandangan dll. Jika anda tidak bisa mengingat tempat yang pernah anda kunjungi, ciptakanlah sendiri tempat tersebut dalam bayangan anda
·         Bayangkan diri anda benar-benar berada ditempat tersebut. anda mengalaminya. Anda melihat warnanya, mendengar suara, menghirup bau dari tanaman , bunga....
·         Rasakan kedamaian dan ketenangan yang menyegarkan badan dan pikiran anda
·         Kepalkan kedua tangan anda rasakan ketegangannya. Perlahan-lahan lepaskan.... Rasakan ketegangan itu menghilang. Rasakan bedanya sekarang waktu otot menjadi relaks.
·         Tekuklah kedua lengan kuat-kuat, rasakan kontraksi otot lengan atas bagian depan.... Sekarang kendorkan perlahan-lahan lengan anda
·         Tekuklah jari-jari kaki anda kebawah sampai ketegangannya terasa hingga ke paha.... Sekarang relaks pelan-pelan. Rasakan ketegangannya mereda.
·         Tarik jari-jari kaki anda keatas sampai otot-otot di belakang kaki tegang... Kemudian kendorkan
·         Dorong otot perut anda kedepan dan kencangkan. Sekarang .... Pelan-pelan relakskan
·         Rasakan anda masih berada ditempat yang menyenangkan, lengan anda relaks, kaki anda relaks, dan nafas anda yang teratur memberikan perasaan tenang dan melepaskan stress...
·         Tarik perut anda kedalam sampai terasa menekan kearah dada anda... Kendorkan perlahan-lahan sambil merasakan berkurangnya ketegangan otot
·         Naikkanlah kedua bahu anda keatas sampai ke telinga. Rasakan ketegangan otot ditengkuk dan dada. Sekarang .... Pelan-pelan relakslah. Biarkan lengan anda relaks. Anda merasa nyaman. Anda bernafas dengan teratur dan tenang.
·         Tariklah kepala anda ke belakang sejauh mungkin. Regangkan otot. Rasakan ketegangannya .... Kendorkan perlahan-lahan. Perhatikan ketegangannya pergi.
·         Kerutkan dahi anda pertahankan ... Rasakan ketegangannya. Sekarang relaks. Rasakan ketegangannya menghilang
·         Tutuplah mata anda kuat-kuat. Sekarang  relaks ......
·         Menyeringailah lebar-lebar sampai seluruh otot wajah anda tegang ... Tahan ... Kendorkan pe lahan-lahan. Lengan anda relaks ... Nafas anda tenang .... Anda merasa nyaman diseluruh badan anda
·         Rasakan betapa relaksnya otot-otot anda sambil membayangkan anda masih berada ditempat yang penuh kedamaian. Anda merasa damai, tenang. Pikiran, perasaan dan badan anda merasa segar kembali...
·         Bukalah mata anda perlahan-lahan dan bangkitlah

Selamat mencoba, dan jauhkan diri dari rasa cemas, takut, panik serta gelisah. Apabila gejala-gejala belum membaik, silahkan konsultasikan ke psikiater untuk mendapatkan terapi lebih lanjut.
Dr.Lahargo Kembaren, SpKJ
Psikiater RS Dr.H.Marzoeki Mahdi Bogor
(No Health without Mental Health)

BAGAIMANA MENGONTROL MARAH ? (ANGER MANAGEMENT)

Sunday, August 18, 2013 Posted by Unknown No comments

                Kita tentu pernah berada dalam situasi yang macet di jalan raya dan menyaksikan bagaimana ada kendaraan lain yang begitu saja memotong jalan kita. Apa yang kita rasakan, tentu saja MARAH ! Bagaimana ekspresi marah kita tersebut? Sebagian orang ada yang akan segera berteriak, ada juga yang membunyikan klakson keras-keras, sebagian mungkin mendumel saja dalam hati dan ada juga yang sampai turun dari kendaraannya dan menghampiri kendaraan yang memotong jalannya tersebut dan terjadilah perkelahian.  Apabila anak kita tidak mengikuti apa yang kita nasehatkan, tentu saja kita  pun akan marah. Atau bila kita diperlakukan tidak adil oleh atasan kita, maka marah akan muncul dengan segera.

                Marah adalah suatu naluri perasaan yang alamiah yang dialami oleh setiap makhluk hidup.  Bahkan marah adalah suatu emosi yang sehat apabila disalurkan dengan cara yang tepat.  Tetapi sayangnya banyak sekali orang yang tidak dapat mengontrol marahnya sehingga menyebabkan terjadinya hal-hal yang negatif seperti perkelahian, keributan, rusaknya suatu hubungan pertemanan, permusuhan, dll.  Oleh karena itu kita perlu tahu bagaimana mengontrol marah supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Cara mengontrol marah :
1.       Berhitunglah sampai 10. Ini bukan  hanya untuk anak-anak, tetapi juga bisa untuk orang dewasa.  Sebelum bereaksi terhadap situasi/keadaan yang tidak menyenangkan tarik nafas dalam beberapa kali dan berhitunglah. Atau tinggalkan tempat di mana kejadian berlangsung. (Take a time out).
2.       Apabila Anda sudah tenang, ekspresikan kemarahan Anda tersebut dengan cara yang baik, tegas dan tidak berusaha menyakiti orang lain.
3.       Berolahraga. Dengan berolahraga kita menyalurkan energi kita dengan hal yang posistif. Olahraga juga menstimulasi  zat-zat kimia dalam otak sehingga kita merasa lebih segar dan bahagia.
4.       Berpikirlah sebelum berbicara. Seringkali saat puncak marah kita keluar kata-kata yang pada akhirnya akan kita sesali. Ambil waktu beberapa saat sebelum mengucapkan kata-kata sehingga kita bisa pastikan bahwa kata-kata yang keluar dari mulut kita tidak akan membawa kerugian bagi kita.
5.       Identifikasi solusi yang mungkin dapat dilakukan. Dari pada marah tidak karuan lebih baik kita mencoba untuk mencari jalan keluar dari masalah yang sedang terjadi. Ingat marah tidak pernah dapat memperbaiki suatu keadaan tetapi malah akan memperburuknya.

Kemarahan juga bisa terjadi pada beberapa gangguan kejiwaan yang lebih serius seperti depresi, bipolar dan skizofrenia. Apabila Anda merasa sulit mengontrol marah dalam diri Anda, cobalah untuk berkonsultasi dengan profesional di bidang kesehatan jiwa seperti psikiater, psikolog atau perawat jiwa untuk mendapatkan terapi untuk mengatasi marah dalam diri Anda. Selamat mencoba!



Dr.Lahargo Kembaren, SpKJ
Psikiater RS Jiwa Marzoeki Mahdi Bogor

BAGAIMANA MENGATASI ORANG TUA YANG SUDAH PIKUN

Sunday, August 18, 2013 Posted by Unknown 2 comments
Pada tanggal  28 Juni 2012, Dinas Kesehatan bekerja sama dengan Yayasan Pelita Usila mengadakan seminar Geriatri untuk tenaga kesehatan Puskesmas se-kota Bogor.  Dalam seminar tersebut tercetus bahwa usia lanjut merupakan suatu usia yang memerlukan perhatian khusus dari tenaga kesehatan.  Pada mereka yang berusia lanjut telah terjadi penurunan fungsi dari berbagai organ tubuh termasuk otak. 

Usia lanjut usia adalah suatu periode kehidupan yang ditandai dengan suatu keadaan kehilangan yang progresif dari banyak hal yang sebelumnya membuat hidup menjadi bermakna, antara lain kehilangan :
kesehatan, kecantikan, karir / pekerjaan, finansial,  status, pasangan dan citra diri yang stabil. Ketakutan akan kehilangan kehidupan adalah hal yang lain yang juga menandai kehidupan di usia lanjut.  Ketika kehilangan tersebut kecil / tidak terlalu berat dan terdapat sumber daya yang tinggi pada individu tersebut untuk melakukan koping, kesehatan mental dapat dipertahankan atau bahkan meningkat pada tahun-tahun berikutnya.  Tetapi apabila terjadi sebaliknya maka akan terjadilah suatu krisis yang membutuhkan intervensi dari profesional kedokteran jiwa (psikiater/dokter umum terlatih).  Umur yang tua bukanlah suatu penyakit, hanya saja ada beberapa tipe penyakit dan gangguan yang terjadi dengan frekuensi lebih besar di antara orang lanjut usia.  Penyakit atau gangguan tersebut antara lain adalah: kehilangan pendengaran dan penglihatan, jatuh, penyembuhan luka yang lebih lama, kehilangan gigi, artritis, penyakit kardiovaskular, penurunan aktivitas seksual, dll.  

Pada usia lanjut dapat terjadi suatu gangguan otak yang dikenal dengan demensia atau yang dikenal oleh orang awam sebagai pikun.  Keberhasilan di bidang kesehatan meningkatkan usia harapan hidup.  Dengan demikian jumlah lansia ( >60tahun) juga akan semakin meningkat jumlahnya. Peningkatan jumlah lansia ini membawa dampak di bidang kesehatan sehingga pola penyakit akan bergeser ke arah penyakit yang berhubungan dengan proses degeneratif otak di antaranya demensia yang di Indonesia popular dengan sebutan pikun.  Keberadaan orang tua yang pikun akan menjadi masalah yang besar terutama dalam perawatan karena penderita ini membutuhkan perawatan paripurna sepanjang hari, hal ini disebabkan pada penderita terjadi gangguan kognitif dan perilaku yang akan memberikan gangguan pada aktivitas harian dan fungsi sosialnya. Selain akan menguras tenaga  dan biaya untuk perawatannya juga menimbulkan stress pada seluruh anggota keluarga. Demensia bila dikenal secara dini dan mendapat penatalaksanaan yang tepat dapat dicegah, dihambat progresifitasnya bahkan disembuhkan pada beberapa keadaan sehingga penderita dapat mempertahankan kualitas hidupnya.

Keluhan yang menonjol pada demensia stadium awal adalah gangguan kognitif dengan manifestasi sebagai gangguan memori, gangguan komunikasi, gangguan eksekutif, gangguan praksis, gangguan visuo spasial dan gangguan emosi disertai gangguan perilaku yang pada akhirnya akan me nimbulkan gangguan pada aktivitas harian dan fungsi sosialnya. Pemeriksaan perlu dilakukan bila penderita menunjukkan gejala-gejala:
·         Mudah menjadi lupa terutama untuk hal yang baru
·         Gangguan komunikasi terutama verbal dalam komprehensi, kosa kata, dan keterlambatan mengingat kembali kata yang harus diucapkan
·         Kesulitan dalam melakukan aktivitas harian yang sederhana
·         Kesulitan mengenali tempat dan waktu
·         Penampilan yang memburuk terutama karena tidak memperhatikan kebersihan diri dan berpakaian tidak serasi
·         Kesulitan dalam melakukan penghitu ngan sederhana
·         Salah meletakkan barang dan curiga seseorang telah mencurinya
·         Perubahan perasaan dan perilaku sehingga sering murung, marah-marah, keluyuran, gelisah sampai agresif
·         Perubahan kepribadian
·         Hilang minat dan inisiatif

Pada penderita ini perlu dilakukan pemeriksaan :
·         Pemeriksaan umum
·         Pengkajian fungsi kognitif dan psikiatri
·         Pemeriksaan laboratorium dan radiologis

Penatalaksanaan demensia / kepikunan meliputi farmakologis (obat) dan non farmakologis (tanpa obat), yaitu : Pendekatan farmakologis dan non farmakologis bertujuan untuk :
·         Mempertahankan kualitas hidup dan memanfaatkan kemampuan yang ada secara optimal
·         Menghambat progresifitas penyakit
·         Mengobati gangguan lain yang me- nyertai demensia
·         Membantu keluarga dengan memberikan informasi cara perawatan yang tepat dan menghadapi keadaan penyakitnya secara rea- listis

Farmakologis :
·         Anticholinesterase Inhibitor
o   Target gejala: Gangguan fungsi kognitif (memori, orientasi, fungsi eksekutif), BPSD (apatis, depresi, disinhibisi, ansietas):
-          Donepezil   
-          Galantamin 
-          Rivastigmin
·         NMDA Receptor Antagonism
-          Memantine
·         Antioksidan & Vitamin
-          Asam folat
-          Vitamin E
·         Psikofarmaka sesuai target gejala
-          Antipsikotik, antidepresan, antianxietas, mood stabilizer

Non Farmakologis :
·         Menentukan program aktivitas harian penderita
·         Orientasi realitas
·         Modifikasi perilaku
·         Memberikan informasi dan pelatihan yang benar pada keluarga / pengasuh penderita

 
Akan sangat melelahkan memang merawat orang tua yang sudah mengalami demensia/kepikunan tetapi dengan kesabaran dan konsultasi dengan profesional di bidangnya maka pekerjaan tersebut akan lebih mudah dilaksanakan.  “Old people are JUST young people trapped inside OLD bodies.”





 Dr.Lahargo Kembaren, SpKJ

Psikiater RS Jiwa Dr.H.Marzoeki Mahdi Bogor

TEKANAN HIDUP, DEPRESI, DAN BUNUH DIRI

Sunday, August 18, 2013 Posted by Unknown 1 comment

Beberapa waktu yang lalu kita mendapatkan berita yang sangat mengejutkan di mana seorang ibu mengajak anaknya untuk melakukan bunuh diri. Hal tersebut dilakukan si ibu diduga karena tekanan kehidupan yang begitu berat yang dialaminya. Hati ini terasa sangat miris jikalau kita menyaksikan kenyataan hidup seperti itu, seolah-olah tidak ada lagi harapan hidup sehingga bunuh diri dianggap sebagai jalan keluar dari masalah yang dialami. Tekanan hidup muncul dalam berbagai bentuk, kesulitan ekonomi, masalah kesehatan, stres dalam menghadapi permasalahan keluarga, dll. Ketahanan masyarakat dalam menghadapi tekanan hidup juga diyakini saat ini sangat lemah karena pengalaman penulis di poliklinik jiwa RSMM banyak sekali masyarakat yang datang berobat untuk masalah kejiwaan yang dialaminya dicetuskan oleh peristiwa/situasi yang sebenarnya tidak terlalu berat.

Tekanan hidup ini dapat menyebabkan orang mengalami suatu keadaan stres yang di sebut depresi. Depresi adalah perasaan yang sedih dan kehilangan minat terhadap segala sesuatu.  Pasien dapat mengungkapkan bahwa mereka merasa murung, tidak ada harapan, terbuang dan tidak berharga. Pasien sering mengaku bahwa perasaannya sakit sekali, dan kadang-kadang sampai tidak bisa menangis. Bahkan pasien bisa melakukan tindakan bunuh diri saat depresinya mencapai titik yang terendah. Berikut ini adalah tanda dan gejala dari depresi : 
·         Sedih/murung hampir sepanjang waktu
·         Kehilangan minat/gairah hidup
·         kehilangan nafsu makan, (penurunan berat badan)
·         Perubahan pola tidur
·         Perubahan pola tingkah laku, (serba lamban)
·         Kekurangan energi, (mudah lelah lesu)
·         Merasa bersalah/berdosa,
·         Kesulitan berpikir (susah konsentrasi)
·         kesulitan membuat keputusan
·         berulang-ulang memikirkan tentang kematian dan ingin bunuh diri.

Ketika tidak ada jalan keluar dan tidak ada pertolongan maka kejadian bunuh diri memiliki peluang besar untuk terjadi. Seseorang melakukan tindakan bunuh diri untuk melepaskan dirinya dari berbagai tekanan yang dialaminya. Berbagai cara dapat dilakukan untuk melakukan tindakan tersebut sesuai dengan apa yang ada dalam pikirannya.

Waspada bila tekanan hidup menimbulkan depresi, segera lakukan intervensi dengan berkonsultasi dengan profesional di bidang kesehatan jiwa seperti psikiater, psikolog dan juga perawat jiwa.  Hal yang dapat dilakukan untuk menangani dan mencegah stres yang berdampak pada depresi antara lain adalah :
1.    Latihan fisik: dalam bentuk apapun seperti jalan, joging, berenang, naik sepeda, main games dapat membantu kita melawan stres. Jadi efek samping dari latihan fisik seperti relaksasi, dapat meningkatkan harga diri dan mengalihkan pikirannya sekejap sehingga dia dapat menghadapi stres dengan lebih baik.
2.    Perbanyak teman dan dukungan sosial : Penelitian menunjukkan bahwa orang yang stres membutuhkan dan mendapatkan keuntungan dari dukungan orangtua dan dukungan dari lingkungan. Dukungan tersebut bisa dipakai sebagai suatu strategi untuk mengurangi stres.Dengan demikian kita dapat menjalin hubungan dekat dengan teman dan orang dewasa lain yang berfungsi sebagai pendengar yang baik dan membangun rasa percaya kita.
3.    Regangkan badan saat sedang stres. Berdirilah pada ujung jari kapanpun kamu merasa berada di bawah tekanan dan regangkanlah tubuhmu. Seakan-akan kamu akan menggenggam sesuatu yang ada beberapa centimeter di atas jangkauanmu. Pertahankan posisi balet ini untuk 5 detik dan relaks.
4.    Tertawalah. Tertawalah sekeras mungkin, baca komik, nonton film kartun, bercanda dengan teman. Hal tersebut dapat merupakan jalan keluar sementara untuk mengatasi stres karena hati yang gembira adalah obat.
5.    Dengarkan musik. Musik selalu mempunyai efek yang menenangkan. Pilihlah musik yang menjadi  kesukaanmu : pop, dangdut, jazz, rohani, dll.
6.    Berjemur. Nikmati matahari pagi. Rasakan sinar matahari pagi meresap ke dalam setiap pori-pori tubuhmu, rasakan perasaan luar biasa yang dibawanya.
7.    Hitung anugerahmu. Tidak ada cara lain yang lebih baik untuk menghalau stres. Setiap orang  mengalami kejadian buruk dan baik dalam seluruh hidupnya. Carilah hal yang baik dalam hidup, buatlah daftar. Kemudian catatlah di kertas, dan lihatlah tiap kali  kamu merasa stres.
8.    Lakukan Hipnosis lima jari : Hafalkan langkah-langkah berikut :
a.    Sentuh ibu jari dengan telunjuk.Kenang saat Anda sehat,  fisik menyenangkan, segar, habis olahraga, jalan-jalan (kenang semua keadaan fisik yang menyenangkan)
b.    Sentuh ibu jari dengan jari tengah. Kenang saat Anda jatuh cinta, kasmaran, kehangatan, atau percakapan intim (kenangan manis dengan orang yang dicintai)
c.    Sentuh ibu jari dengan jari manis. Kenang saat Anda mendapat pujian, penghargaan, prestasi dan Anda sangat berterima kasih (kenang semua keberhasilan dan prestasi)
d.    Sentuh ibu jari dengan kelingking. Kenang semua tempat terindah yang pernah dikunjungi, bayangkan Anda di sana beberapa saat.

Kenali apa saja tekanan hidup kita, lakukan perubahan, apabila ada tanda-tanda depresi segeralah mencari pertolongan. Semoga tekanan hidup, depresi, dan bunuh diri tidak menjadi lingkaran dalam kehidupan kita. Salam sehat jiwa !


Dr.Lahargo Kembaren, SpKJ
Psikiater RS.Dr.H.Marzoeki Mahdi Bogor

GANGGUAN JIWA BISA DISEMBUHKAN

Sunday, August 18, 2013 Posted by Unknown No comments

Pada beberapa tahun dan dekade yang lalu kita sering melihat ‘orang gila’ di jalan-jalan dan berlari ketakutan sambil berteriak. Jaman sekarang pun masih banyak kita melihat orang-orang seperti ini di jalan-jalan protokol di kota kita tercinta. Secara psikiatri mereka ini  sekarang disebut ODMK (orang dengan masalah kejiwaan) karena sebutan ‘orang gila’ sudah tidak dipakai lagi karena memberikan stigma/cap yang buruk sekali pada keadaan seseorang yang sebenarnya dapat pulih dari keadaannya. ODMK memiliki karakteristik yang beragam dan tidak sama satu dengan yang lainnya. Sebagian besar kasus ODMK yang ada di jalan-jalan atau yang sering kami sebut di RSMM sebagai PG (psikotik gelandangan) ternyata dapat dipulihkan. Hampir semua ODMK yang dibawa oleh dinas sosial atau kelompok masyarakat yang peduli datang dengan keadaan yang sangat berat secara fisik maupun mentalnya. DI RSMM, pasien ini kemudian mendapatkan penanganan secara medis dan keperawatan. Kebersihan diri dijaga dan selalu dioptimalkan, obat-obatan diberikan untuk mengurangi dan menghilangkan gejalanya.  Semua itu ternyata memberikan hasil yang sangat baik dan para ODMK ini kemudian bisa pulih dari gejalanya, bisa berkomunikasi dengan baik dan bisa beraktivitas seperti layaknya orang yang normal lainnya. Oleh karena itu saat itu kita tidak perlu takut bila menderita gangguan kejiwaan dan tidak perlu segan untuk berkonsultasi dengan profesional kesehatan jiwa seperti psikiater atau tidak perlu malu datang ke rumah sakit jiwa untuk mendapatkan pertolongan untuk gangguan kejiwaan yang kita alami.

Ada suatu gangguan kejiwaan yang disebut skizofrenia, yaitu suatu ganggaun jiwa yang cukup berat dan menyebabkan mereka yang menderitanya menjadi tidak produktif dan tidak dapat menjalankan aktivitas sehari-harinya. Perubahan sikap, emosi dan perilaku menjadi tanda awal dari gangguan skizofrenia ini seperti :
·         Menarik diri dari lingkungan sekitar, lebih banyak diam di rumah dan tidak mau bergaul.
·         Prestasi di sekolah dan di tempat kerja yang menurun.
·         Pembicaraan yang tidak nyambung atau terjadi kesulitan dalam berkomunikasi.

Selanjutnya pada pasien dapat terjadi gejala-gejala tambahan yaitu :
·         Adanya halusinasi, seperti mendengar suara-suara bisikan, melihat bayangan-bayangan, merasa sesuatu yang aneh di kulitnya, mencium bau-bauan yang tidak biasa
·         Adanya waham, suatu keyakinan yang salah yang dipegang teguh, seperti merasa ada yg mengejar-ngejar, seperti pikirannya bisa dibaca oleh orang lain, curiga orang lain melakukan hal yang buruk pada dirinya, merasa dirinya adalah seseorang yang lain

Saat ini gangguan kejiwaan seperti skizofrenia ini dapat disembuhkan karena sudah ada nya obat-obatan yang modern. Obat-obatan untuk skizofrenia ini disebut obat ANTI PSIKOTIK, yaitu obat-obatan yang menstabilkan zat kimia (neurotransmiter) di saraf otak yang terganggu pada pasien skizofrenia. Obat-obat ini banyak jenisnya, ada yang namanya Haloperidol, Chlorpromazine, Trifluoperazine, Risperidone, Olanzapine, Quetiapine, Clozapine, Aripiperrazole. Ada juga obat suntik jangka panjang yang bisa diberikan seperti Sikzonoate dan Risperdal Consta untuk pasien-pasien yang tidak mau minum obat.
Jangan takut terhadap gangguan jiwa, konsultasikan dan ikuti aturan pengobatan dengan baik dan benar maka kesembuhan menjadi suatu harapan yang dapat diraih. Konsultasi juga bisa dilakukan dengan dokter-dokter puskesmas karena saat ini hampir seluruh dokter puskesmas di kota Bogor sudah dilatih untuk mengenali dan memberikan penanganan dini bagi gangguan jiwa. Salam sehat jiwa!


Dr.Lahargo Kembaren, SpKJ
Psikiater RS.Dr.H.Marzoeki Mahdi Bogor

Mengatasi Rasa Kehilangan dalam Hidup

Sunday, August 18, 2013 Posted by Unknown 1 comment

Setiap orang pernah mengalami peristiwa kehilangan dalam kehidupannya. Kehilangan tersebut bisa kehilangan seseorang, sesuatu, atau posisi yang sangat berharga. Kehilangan adalah suatu peristiwa alami yang pasti dihadapi oleh setiap orang dalam hidupnya. Respon seseorang ketika menghadapi kehilangan adalah suatu hal yang terpenting dalam proses kehilangan tersebut.   Gejala gejala distres mental yang muncul, seperti ketakutan, gangguan tidur, mimpi buruk, siaga berlebihan, panik, berduka,  sedih, kecewa dsb adalah respon psikologik yang “normal” terhadap peristiwa yang tidak biasa. Ada beberapa tahapan yang akan dilalui seseorang yang mengalami suatu peristiwa kehilangan, yaitu :

1.    Syok & Denial - Pada awalnya, kehilangan seseorang tampak tidak nyata. Anda tidak percaya itu hal itu terjadi.   Anda akan menganalisis setiap kata kata, setiap tindakan yang dilakukan, setiap detail sekecil apapun akan diperiksa untuk memastikan bahwa hal itu tidak benar-benar terjadi.  Anda akan bersikeras bahwa ini tidak dapat terjadi pada Anda, tidak hari ini, tidak sekarang, Anda tidak siap saat ini. Anda akan mengatakan kepada diri sendiri bahwa Anda tidak bisa menangani hal ini.
2.    Nyeri & Rasa Bersalah - Berikutnya Anda akan merasa hampa dan mati rasa, sakit itu ada    di dalam dan tidak ada yang dapat menenangkan itu. Anda mulai menyalahkan diri sendiri  Anda bertanya-tanya apa yang bisa dilakukan, bahkan harus dilakukan, untuk mencegah hal itu. Anda merasa sebagai orang yang paling bertanggung jawab atas kejadian kehilangan tersebut sehingga Anda akan berusaha keras menghibur orang lain yang juga merasakan kehilangan ini.
3.    Kemarahan & tawar menawar - Pada tahap ini, Anda menjadi marah dan sangat marah. Anda bersikeras untuk mencari suatu  jawaban atas kehilangan tersebut. Anda ingin seseorang untuk menjelaskannya dan ingin seseorang untuk memperbaiki hal tersebut. Anda ingin seseorang untuk bertanggung jawab karena Anda merasa ini tidak adil. Anda bersedia untuk membuat kesepakatan dengan Tuhan agar bisa mengembalikan sesorang/sesuatu yang hilang itu.
4.    Depresi & Kesepian - Realisasi apa yang telah terjadi mulai   Anda rasakan dan Anda mulai menerima bahwa mereka tidak akan kembali lagi. Anda mulai berpikir tentang kehidupan tanpa mereka yang telah tiada,  Anda mengalami depresi dan kesedihan suram dalam mengisi rutinitas sehari-hari Anda.  
5.    Membuat hidup kembali. Pada tahap ini, Anda sudah tahu bahwa kehidupan yang terjadi di sekitar Anda bukanlah seluruhnya partisipasi Anda. Anda mulai berpikir tentang mencoba untuk merasa lebih baik, tetapi Anda hampir selalu merasa bersalah. Anda mulai berpikir tentang apa yang orang meninggal itu inginkan  Apakah mereka ingin Anda masih akan tertekan, atau apakah mereka mengharapkan Anda untuk melanjutkan kehidupan Anda?
6.    Membangun kembali kehidupan. Pada titik ini, Anda telah memutuskan bahwa inilah saatnya untuk melanjutkan kehidupan Anda. Anda mulai menciptakan cara-cara untuk menemukan saat-saat kebahagiaan dengan tetap  masih menghormati kenangan terhadap yang sudah tiada. Anda mulai melihat bahwa pekerjaan baik dan kehidupan yang baik yang Anda kerjakan akan membuat mereka yang sudah tiada itupun senang dan bahagia.
7.    Penerimaan & Harapan. Pada tahap ini, Anda telah menerima kematian mereka dan Anda menyadari bahwa siapa pun tidak ada yang dapat membawa mereka kembali. Anda menyadari bahwa hidup harus terus berjalan dan  Anda mulai berpikir tentang  masa depan Anda, meskipun masa depan Anda tidak lagi termasuk mereka yang sudah tiada. Anda masih merindukan mereka yang sudah tiada tapi sudah bisa menerima kenyataan bahwa saat ini itu semua hanyalah memori yang hanya bisa dikenang.

(tulisan ini didedikasikan bagi seorang ibu yang kehilangan anak terkasihnya)

Dr.Lahargo Kembaren,SpKJ
Psikiater RS.Dr.H.Marzoeki Mahdi Bogor