Blog seorang psikiater di Kota Bogor yang membahas berbagai hal mengenai kesehatan jiwa. (Dr. Lahargo Kembaren, SpKJ)

BUNUH DIRI DI MALL, FENOMENA MASYARAKAT PERKOTAAN

Friday, December 23, 2011 Posted by Lahargo Kembaren No comments



            Kejadian seorang perempuan muda yang loncat di sebuah mall di kota Bogor mengejutkan banyak orang. Peristiwa mengenaskan yang terjadi di tengah keramaian pusat perbelanjaan cukup menyita perhatian warga Bogor. Beberapa jejaring sosial membahas cukup ramai peristiwa ini, bahkan di twitter Indonesia, topik bunuh diri di mall ini ada di peringkat 6 trending topic. Peristiwa ini bukan merupakan peristiwa yang pertama kali terjadi, kita sudah beberapa kali mendengar tentang ini di kota-kota lainnya. WHO (2003) mencatat bahwa terdapat 1 juta orang yang melakukan bunuh diri di dunia ini setiap tahunnya, sehingga setiap 40 detik terdapat satu kasus bunuh diri. Hal ini membuat bunuh diri adalah penyebab utama ketiga kematian di seluruh dunia. Kelompok umur terbanyak yang melakukan bunuh diri adalah umur 15 – 34 tahun.   Bunuh diri adalah percobaan yg dilakukan seseorang untuk mengakhiri emosi, perasaan dan pikiran yg tak dapat ditoleransi lagi ditoleransi lagi. Tindakan ini dilakukan untuk mengatasi nyeri psikologik  dan untuk menurunkan ketegangan yg tak tertahankan. Kematian bukan tujuan utama dari bunuh diri tapi lebih pada berhenti/keluar dari kehidupan.
            Beberapa faktor risiko terjadinya peristiwa bunuh diri adalah :
·       BIOPSIKOSOSIAL :
o   Gangguan Mental  : gangguan mental organik, skizofrenia/psikotik, bipolar, depresi
o   Penyalahgunaan zat
o   Keputusasaan
o   Impulsivitas
o   Riwayat trauma/abuse
o   Menderita penyakit yg berat
o   Percobaan bunuh  diri sebelumnya
o   Riwayat keluarga yg bunuh diri
·       LINGKUNGAN
o   Kehilangan pekerjaan
o   Kehilangan relasi sosial
o   Akses ke alat/zat yg mematikan
·       SOSIOSOSIO—BUDAYABUDAYA
o   Kurangnya suport sosial & merasa terisolir
o   Stigma atau halangan untuk mendapat penanganan
o   Keyakinan agama atau budaya tertentu
o   Terpapar orang lain yg telah melakukan bunuh diri

Ada beberapa tanda yang perlu diperhatikan yang biasanya ditunjukkan oleh mereka yang ingin melakukan tindakan bunuh diri, yaitu :
·    Kata – kata : perkataan, tulisan yang menyatakan secara langsung atau tidak langsung untuk bunuh diri, selalu mengeluhkan dirinya sebagai orang yang jahat dan tidak berguna.
·     Tindakan : mulai menjauh dari teman dan keluarga, ada perubahan pada pola tidur, makan, dan penampilan, nilai-nilai di sekolah yang menurun drastis, tidak berminat lagi pada hobi yang biasa dia sukai, bertingkah laku kasar dan sering marah.
·      Perasaan : merasa putus asa, bersalah, dan malu yang berlebihan, tiba-tiba merasa gembira setelah sebelumnya terlihat depresi.

Faktor spiritual (khususnya religiusitas) individu merupakan salah satu resilience yaitu faktormengurangi resiko psikopatiologi dan selanjutnya berfungsi sebagai faktor protektif terhadap percobaan bunuh diri (Perry, & Azad, 1999). Hal ini menunjukkan bahwa agama dan kepercayaan memegang peranan penting bagi pencegahan seseorang melakukan bunuh diri. 
Perlu juga ada Buku Pegangan untuk Mencegah Bunuh Diri (National Strategy for SuicidePrevention), ini bermanfaat untuk :
·  Untuk meningkatkan kemampuan fasilitas kesehatan primer & professional kesehatan untukmengidentifikasi &menangani mereka yg potensi melakukan bunuh diri.
·     Pertimbangan menggunakan fasilitas kesehatan primer & professional kesehatan:individu yang akan bunuh diri sering kontak dg mereka
·       Dokter umum dan tenaga kesehatan di fasilitas kesehatan primer agar mampu melakukan upaya pencegahan bunuh diri pada pasien gangguan kejiwaan.
Masyarakat juga memegang peranan penting dalam mengidentifikasi tanda-tanda gangguan kejiwaan pada seseorang dan segera membawanya ke fasilitas pelayanan kesehatan jiwa terdekat untuk diberikan penanganan yang cepat dan tepat.  Apabila ditemukan adanya perilaku, sikap, dan pikiran yang tidak sesuai dengan norma-norma yang ada dan mengganggu individu secara sosial maka itu merupakan suatu tanda awal akan adanya suatu gangguan kejiwaan. Dengan penanganan yang cepat dan tepat maka gangguan kejiwaan dapat segera diatasi dan perilaku bunuh diri dapat dicegah.
      Penanganan perilaku bunuh diri adalah :      
·       melakukan identifikasi:
- Gangguan angguan mental/gejala2
- Situasi psikososial yg menekan
- Pola-pola maladaptif yg menetap dari pikiran, emosi dan perilaku, terutama yg berkaitan
dgn cara menghadapi masalah
·       ObatObat-obatan :
- psikosis: atipikal neoroleptik
- depresi: antidepresan antidepresan-SSRI yg aman
·       Psikoterapi
- fokus pd skill building & problem problem-solving:
- terapi perilaku dan kognitif (CBT)
·       Dukungan sosial
sikap suportif dan bila perlu tempat tinggalsementara yg aman, memberi kesempatan pasien mempunyai ruang/waktu pribadi utk memulihkan strategi coping, mendapatkan perspektif yg menguntungkan, dan melihat pilihan-pilihanyg ada selain bunuh diri.

Masyarakat saat ini sangat mudah terguncang jiwanya dan terlalu mudah membuat suatu pilihan yang fatal dan tidak rasional terhadap adanya suatu stresor tertentu. Memperkuat spiritualitas, mental psikologis dan keterampilan menghadapi masalah sejak dini menjadi kunci utama untuk melakukan pencegahan perilaku bunuh diri.

0 comments:

Post a Comment