Blog seorang psikiater di Kota Bogor yang membahas berbagai hal mengenai kesehatan jiwa. (Dr. Lahargo Kembaren, SpKJ)

Bagaimana Mengenali dan Mengelola Stres dengan Baik

Friday, December 23, 2011 Posted by Lahargo Kembaren No comments




Apakah stres itu?
Stres adalah reaksi tubuh terhadap setiap situasi yang tidak menyenangkan. Setiap hal dapat menyebabkan stres, sejauh diterima sebagai hal yang tidak menyenangkan. Walaupun demikian, beberapa kejadian yang menimbulkan stres (seperti persaingan ketat dalam olah raga) dapat memacu orang untuk berprestasi lebih baik. Stres adalah situasi yang biasa ditemukan  dalam kehidupan sehari-hari dan merupakan  proses alamiah dalam upaya manusia menyesuaikan diri terhadap lingkungannya.

Stres mempengaruhi fisik, emosi dan perilaku kita dan dapat memberikan pengaruh positif atau negatif.
Pengaruh positif: stres dapat memotivasi untuk berbuat lebih baik dan dapat mengantisipasi bila menghadapi stres berikutnya.
Pengaruh negatif: stres dapat menimbulkan perasaan marah, sedih, tertekan dan perasaan hancur yang dapat menyebabkan gangguan kesehatan seperti sakit kepala, gangguan pencernaan, percobaan bunuh diri, dan lain-lain.

Apa yang dapat menyebabkan stres?
Banyak orang muda mempunyai sensitifitas yang berlebihan terhadap lingkungan sekitarnya, kejadian-kejadian dan ide-ide serta mengharapkan dapat menjadi yang terbaik. Perjuangan terus-menerus untuk mencapai harapannya, menjadi orang yang pertama atau yang terbaik, atau keduanya, dapat  menimbulkan stres. Tekanan untuk berprestasi melebihi orang lain, bersamaan dengan perasaan berbeda dari orang lain, ragu-ragu, kurang percaya diri dan kebutuhan untuk membuktikan diri mereka sendiri, dapat menguras energi mereka dan menyebabkan stres yang berlebihan.

Apa dampak dari stres?
Stres dapat mengganggu pikiran, mengurangi konsentrasi, dan melemahkan pengambilan keputusan. Hal ini dapat menyebabkan orang sangat sensitif terhadap stres. Stres yang berkepanjangan, dan cara mengatasi stres yang tidak sehat, dapat menyebabkan gangguan kesehatan.

Bagaimana mengelola stres?  
Pengelolaan stres bertujuan untuk menjaga seseorang tetap berada pada keadaan yang sehat dan menyenangkan. Seseorang mempunyai berbagai strategi untuk menghadapi stres, dan strategi yang khusus tersebut tidak dapat dikategorikan sebagai baik atau buruk. Kegiatan untuk mengelola stres  akan menunjukkan kepada individu bahwa stres yang mereka alami masih dapat mereka kendalikan. Belajar untuk menerapkan teknik-teknik tersebut akan memberikan kepada individu kemampuan yang lebih besar untuk mengendalikan stres dalam kehidupan mereka dan membantu mereka untuk tetap berada pada tingkat stres yang rendah.


PERTANYAAN YANG SERINGKALI DIAJUKAN

1.   Apa yang dimaksud dengan stres? Apakah stres benar-benar ada? Apakah stres sesuatu yang dapat diterangkan secara ilmiah atau  merupakan sesuatu yang hanya bisa dirasakan?
Stres adalah suatu sistem tanda bahaya dari dalam tubuh yang mempersiapkan tubuh untuk bertindak. Stres dapat didefinisikan sebagai suatu reaksi individu terhadap tuntutan atau tekanan yang berasal dari lingkungan atau dari dalam diri sendiri.

Pada saat seseorang stres atau marah, tubuh akan mengeluarkan “hormon cortisol”. Hormon tersebut juga penting untuk dapat berfungsinya hampir semua bagian dari tubuh individu. Kelebihan atau kekurangan hormon itu dapat menyebabkan  berbagai gejala fisik atau keadaan sakit.

Sekresi cortisol akan meningkat sebagai reaksi stres terhadap badan, baik stres fisik (seperti penyakit, trauma, tindakan operasi) atau akibat psikologis. Pada saat cortisol keluar, menyebabkan protein di otot dipecah sehingga asam amino dan dilepaskan di sistem peredaran darah. Asam amino dibutuhkan oleh hati untuk mensintesa glukosa. Pemecahan glukosa menyebabkan lebih banyak energi yang tersedia untuk otak. Cortisol juga dapat melepaskan asam lemak, suatu sumber energi yang berasal dari sel-sel lemak untuk digunakan oleh otot. Semua energi tersebut di atas berguna untuk mempersiapkan individu menghadapi stres.

Bila produksi cortisol berlebihan akan memberikan umpan balik yang negatif pada hipopise dan hipotalamus yang membuat waspadanya sistem lain yang ada di tubuh.

2.   Apa penyebab dan gejala stres?
Penyebab stres meliputi semua kejadian atau seseorang yang dianggap sebagai ancaman terhadap pertahanan diri orang tersebut. Sampai batas tertentu stres itu merupakan sesuatu yang normal dalam kehidupan seseorang, sebagai reaksi terhadap perubahan lingkungan fisik atau sosial yang tak dapat dihindari. Perubahan, baik yang positif maupun negatif dapat menimbulkan stres pada seseorang. Penyakit yang berhubungan dengan stres biasanya disebabkan oleh adanya tuntutan yang berlebihan dan berkepanjangan terhadap diri seseorang.

Gejala yang muncul akibat stres bisa dalam bentuk gangguan fisik ataupun psikologis. Penyakit fisik yang berhubungan dengan stres seperti gangguan yang berkaitan dengan sistem pencernaan (keluhan lambung dan diare), serangan jantung, sakit kepala menahun disebabkan oleh stimulasi yang berlebihan yang berlangsung secara teratur dalam jangka panjang terhadap bagian tertentu dari sistem saraf  yang menggerakkan denyut jantung, tekanan darah dan sistem pencernaan. Kadang-kadang istilah gangguan penyesuaian dipakai untuk masalah yang berkaitan dengan stres, seperti tidak dapat beradaptasi pada situasi tertentu, ketidak mampuan berprestasi, kehilangan minat dan lain-lain.

3.   Apakah latihan fisik dapat membantu mengurangi stres?
Latihan fisik dan kebugaran jasmani berfungsi sebagai bantalan untuk melawan stres sehingga efek negatif terhadap kesehatan fisik dan psikologis seseorang akibat dari kejadian yang menimbulkan stres menjadi berkurang. Terbukti bahwa latihan fisik secara teratur dapat membantu seseorang untuk tetap sehat walaupun menghadapi stres. Jadi latihan fisik bersama dengan dukungan sosial, sikap yang positif, kepribadian dan faktor lain dapat memperbaiki daya tahan terhadap stres.

Orang yang berlatih fisik secara teratur memperlihatkan reaksi yang lebih sehat jika menghadapi stres emosional dibandingkan dengan orang yang tidak berlatih. Semua jenis latihan fisik dapat menangkal stres apabila latihan tersebut dapat membangun perasaan orang itu sehingga dia menjadi percaya diri, efektif dan dapat mengendalikan hidupnya.

4.   Saya mencari stres untuk memacu meningkatkan prestasi akademik. Apakah cara seperti ini akan berpengaruh buruk?
Stres tidak dapat dihindari dalam kehidupan seseorang. Stres tidak selalu berakibat buruk atau merusak seseorang, stres yang ringan misalnya dapat meningkatkan kegiatan dan prestasi seseorang, sehingga orang menjadi kreatif.

Sekalipun secara umum stres dianggap menghasilkan sesuatu yang tidak menyenangkan, tapi stres juga dapat memfasilitasi perkembangan  jiwa yang sehat, sehingga mekanisme pertahanan diri lebih bervariasi dan orang tersebut lebih mampu menghadapi masalah yang berbagai ragam. Istilah “eustres” digunakan untuk reaksi stres yang positif. Kejadian  yang menyenangkanpun dapat menimbulkan stres karena orang harus beradaptasi terhadapnya. Jadi stres dalam derajat tertentu memang diperlukan untuk kesejahteraan kita, karena tanpa adanya stres, kita tidak dapat berfungsi dengan baik. Akan tetapi bila stres berlebihan atau jangka panjang bisa menyebabkan berbagai macam masalah fisik atau psikologik.

5.   Apa yang disebut dengan pertahanan terhadap stres?
Pertahanan terhadap stres meliputi: mengenali sumber stres dalam kehidupan sehari-hari, mengenali bagaimana stres dapat mempengaruhi kita, bersikap sedemikian rupa sehingga dapat mengendalikan stres. Jadi kita harus bertindak untuk menurunkan sumber stres misalnya dengan melakukan perubahan terhadap lingkungan fisik dan gaya hidup kita, atau belajar untuk rileks sehingga ketegangan akibat stres tidak menimbulkan gangguan kesehatan.

6.   Apa dampak dari stres?
Derajat stres yang tinggi bisa membahayakan bagi individu dan orang yang berada di sekitarnya. Dampak stres dapat digolongkan menjadi: dampak terhadap fisik, psikologis dan perilaku.
Dampak terhadap fisik: stres mempunyai efek yang besar terhadap fisik misalnya tekanan darah tinggi, penyakit jantung, tukak lambung, radang sendi dan lain-lain.
Efek psikologis: Stres yang berat biasanya diikuti oleh rasa marah, cemas, depresi, gelisah, mudah tersinggung dan tegang. Akibat psikologis dari stres dapat pula menyebabkan penurunan harga diri, kebencian terhadap orangtua atau orang dewasa lain, ketidak mampuan untuk konsentrasi, ketidak mampuan membuat keputusan dan menyebabkan rasa tidak puas. Semua ini dapat membuat prestasi jadi buruk.
Dampak terhadap perilaku: stres yang berlangsung dalam jangka panjang, dapat mempengaruhi perilaku remaja. Akibat stres terhadap perilaku remaja biasanya direfleksikan dalam bentuk gangguan makan (sulit makan atau makan berlebihan), gangguan tidur, merokok, minum alkohol, menyalahgunakan NAPZA, membolos dan lain-lain.

Stres juga mempengaruhi prestasi seseorang. Stres ringan dapat meningkatkan prestasi, sedangkan stres berat dapat memperburuk prestasi.

7.   Bagaimana mengelola stres?
Stres dapat mempengaruhi kesehatan dan prestasi individu. Oleh karena itu stres perlu dikelola atau ditangani secara efektif sehingga dapat mengurangi dampak yang tak diinginkan. Individu bisa menolong dirinya sendiri untuk melakukan hal berikut:
a.    Latihan fisik (dalam bentuk apapun): seperti jalan, joging, berenang, naik sepeda, main games dapat membantu individu melawan stres. Jadi efek samping dari latihan fisik seperti relaksasi, dapat meningkatkan harga diri dan mengalihkan pikirannya sekejap sehingga dia dapat menghadapi stres dengan lebih baik.

b.    Pengendalian perilaku: Mengacu kepada cara mengatur diri sendiri. Melakukan analisa terhadap penyebab dan dampak dari perilakunya sendiri, akan membantu individu untuk dapat mengendalikan diri. Jadi individu harus belajar mengendalikan situasi dan jangan membiarkan dirinya dikendalikan oleh situasi. Salah satu cara untuk menghindari stres adalah menghindari orang atau situasi yang dapat mempengaruhi seseorang yang sedang rawan terhadap stres.

c.    Perbanyak teman dan dukungan sosial: penelitian menunjukkan bahwa remaja membutuhkan dan mendapatkan keuntungan dari dukungan orangtua dan dukungan dari lingkungan. Dukungan tersebut bisa dipakai sebagai suatu strategi untuk mengurangi dampak stres. Dengan demikian kita dapat menjalin hubungan dekat dengan teman dan orang dewasa lain yang berfungsi sebagai pendengar yang baik dan membangun rasa percaya kita.

d.    Konseling: juga merupakan cara lain untuk menangani stres. Jadi melalui konseling, individu dapat mengenali kekuatan, kelemahan dan pola reaksi mereka sehingga individu dapat mengubah perilakunya.

0 comments:

Post a Comment