Blog seorang psikiater di Kota Bogor yang membahas berbagai hal mengenai kesehatan jiwa. (Dr. Lahargo Kembaren, SpKJ)

Selingkuh : bagaimana menyikapinya ?

Friday, November 13, 2009 Posted by Lahargo Kembaren No comments
Perselingkuhan menyebabkan perasaan emosional yang tidak menyenangkan, seperti perasaan marah, takut, bersalah, malu. Tetapi perselingkuhan bukanlah akhir dari sebuah perkawinan. Sebuah perkawinan dapat dibangun kembali setelah terjadinya sebuah perselingkuhan. Perceraian kadang bukanlah solusi dari suatu perselingkuhan yang terjadi. Secara umum perselingkuhan terjadi ketika seseorang merasakan ketertarikan seksual yang lebih kuat kepada orang lain dibandingkan dengan pasangannya, merasakan kebutuhan untuk menjaga kerahasiaan hubungan itu sehingga seringkali menggunakan kebohongan untuk menutupinya, dan merasakan kedekatan emosional yang lebih dekat dengan selingkuhannya dibanding dengan pasangannya. Yang perlu diperhatikan adalah apa yang menjadi tujuan ketika hendak menghentikan suatu perselingkuhan adalah bagaimana membangun dan menguatkan kembali suatu hubungan dan menghindari terjadinya perceraian. Mengetahui mengapa perselingkuhan itu terjadi adalah langkah penting pertama untuk menyelamatkan sebuah perkawinan. Perselingkuhan dapat terjadi pada keluarga yang bahagia dan juga yang berantakan. Alasan terjadinya sebuah perselingkuhan antara lain adalah :
 Kurang adanya komunikasi yang baik dengan pasangan
 Rasa rendah diri
 Adiksi terhadap seks dan romantisme
 Ketidakdewasaan
 Transisi kehidupan : seperti kelahiran anak, kekosongan dalam rumah tangga
 Pengaruh alkohol dan obat terlarang
 Pembalasan karena pasangan juga melakukan perselingkuhan

Langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk mengakhiri perselingkuhan dan membangun kembali keluarga yang bahagia adalah :
 Akhiri perselingkuhan tersebut dengan segera, putuskan semua hubungan interaksi dan komunikasi dengan pasangan selingkuh
 Bertanggung jawab dengan perbuatan yang dilakukan dan jangan membohongi pasangan lagi
 Tentukan tujuan bersama dalam perkawinan, tentunya butuh waktu, energi, dan komitmen untuk meraih tujuan bersama ini. Tidak mudah tapi bisa dikerjakan.
 Menemui konselor perkawinan/psikiater yang dapat membantu untuk membangun kembali sebuah keluarga yang bahagia.
 Mengidentifikasi bersama faktor penyebab terjadinya perselingkuhan, ini bisa dari diri anda, pasangan anda, dan juga lingkungan. Ini penting untuk dilakukan sehingga bisa dilakukan pencegahan agar hal tersebut tidak terulang
 Bangun kembali kepercayaan antar pasangan
 Selalu bicara dengan pasangan tentang hal apapun yang terjadi sehingga terjadi suatu keterbukaan dan komunikasi yang lancar
 Cari aktivitas yang bisa menjadi sarana untuk menyalurkan impuls dan mengisi waktu seperti olah raga dan pertemuan keluarga.

0 comments:

Post a Comment