Blog seorang psikiater di Kota Bogor yang membahas berbagai hal mengenai kesehatan jiwa. (Dr. Lahargo Kembaren, SpKJ)

Ketika anak merasa ketakutan ...

Friday, November 13, 2009 Posted by Lahargo Kembaren No comments
Anak-anak yang masih kecil sering sekali merasa takut apabila ditinggal oleh orang tuanya. Ini merupakan hal yang wajar, biasanya disebut sebagai cemas perpisahan (anxiety seperation). Kecemasan ini biasanya muncul pada anak-anak usia 6 - 7 bulan dan berakhir pada usia 12 - 18 bulan. Si anak biasanya merasa ketakutan apabila orang tuanya meninggalkan dirinya. Ini adalah suatu proses yang alami dalam perkembangan si anak. Ada hal-hal yang bisa dilakukan, pertama : minimalkan sebisa mungkin perpisahan dengan si anak sehingga kecemasannya bisa berkurang, pulang lebih cepat dari tempat kerja atau membawanya ke tempat kerja akan mengurangi kecemasan anak. Kedua : Apabila harus meninggalkan anak di rumah usahakan yang menjaganya adalah orang yang dikenalnya seperti nenek atau bibinya. Dengan demikian anak akan lebih mudah beradaptasi dan kecemasannya bisa lebih berkurang. Ketiga : apabila harus meninggalkan anak dengan orang yang tidak begitu dikenalnya seperti babysitter/prt, berikan waktu bagi si anak untuk mengenal penjaganya ini terlebih dahulu dengan mengenalkannya selama kita masih di rumah.
Pada anak-anak yang lebih besar, perasaan takut biasanya terhadap beberapa hal seperti kegelapan, angin, binatang tertentu, badut, dll. Takut adalah suatu emosi yang normal pada anak-anak dan harus ditanggapi dengan tepat agar anak mengalami perkembangan yang baik dalam hidupnya. Beberapa hal yang dapat dilakukan adalah:
1. Kenalilah ketakutannya : Penting sekali kita mengatakan pada si anak bahwa kita mengerti ketakutannya dan mengatakan bahwa kita pun waktu kecil mengalami hal yang sama.
2. Jangan mengurangi arti ketakutannya : Jangan mengatakan : ”Itu adalah hal yang bodoh” atau “Anak besar tidak takut dong”. Itu akan membuat si anak mempunyai perasaan malu yang membuat tetap merasakan takut dalam hatinya.
3. Yakinkan si anak : Coba untuk menenangkan anak dengan mengatakan bahwa Anda akan melindunginya. Teruslah berkomunikasi dengan si anak sehingga ketakutannya bisa lebih berkurang.
4. Alihkan perhatian anak : Apabila si anak takut setelah menonton acara TV tertentu, alihkan perhatiannya dengan melakukan hal lain yang lebih menyenangkan buatnya seperti permainan, mewarnai, menyanyi, dll.

Tetapi apabila anak terlihat menjadi lebih sering menjadi takut, ketakutannya lebih berat, dan terlihat sangat mengganggu perkembangannya, segera konsultasikan ke psikiater setempat agar segera mendapatkan penanganan yang tepat.


dr.Lahargo Kembaren
PPDS Psikatri Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia
Dokter Jaga UGD Psikiatri RSJ Marzoeki Mahdi Bogor

0 comments:

Post a Comment