Blog seorang psikiater di Kota Bogor yang membahas berbagai hal mengenai kesehatan jiwa. (Dr. Lahargo Kembaren, SpKJ)

Homoseksual dan Lesbi

Friday, November 13, 2009 Posted by Lahargo Kembaren No comments
Seksualitas adalah hal yang sangat penting bagi manusia. Di samping fungsinya sebagai reproduksi, seksualitas juga menunjukkan bagaimana seseorang melihat dirina dan bagaimana dia berhubungan secara fisik dengan orang lain. Orientasi seksual adalah suatu istilah yang menggambarkan suatu bentuk emosi, romantisme, dan ketertarikan seksual seseorang terhadap gender tertentu ( pria atau wanita)

Secara umum orientasi seksual dibagi menjadi 3 kategori yaitu :
1. Heteroseksual : tertarik pada orang yang jenis kelaminnya berlawanan (contoh: pria tertarik pada wanita atau sebaliknya)
2. Biseksual : tertarik pada orang baik dia pria maupun wanita
3. Homoseksual : tertarik pada orang yang jenis kelaminnya sama
(contoh: pria tertarik pada pria atau wanita tertarik pada wanita/lesbi)

Orientasi seksual ini meliputi juga perasaan dan identitas seseorang yang terlihat pada penampilan dan perilaku seseorang. Faktor – faktor yang mempengaruhi orientasi seksual seseorang adalah kombinasi dari faktor lingkungan, emosional, hormonal, dan biologi dari orang tersebut. Dengan kata lain banyak faktor yang berkontribusi yang menyebabkan seseorang mempunya orientasi seksual yang berbeda dan faktor ini berbeda antara orang yang satu dan yang lain. Ada juga yang berpendapat bahwa orientasi seksual seseorang seperti homoseksual / biseksual terjadi karena orang tersebut mengalami pengalaman seksual dengan orang yang sama jenis kelaminnya atau karena si anak sejak kecil diperlakukan oleh orang tuanya sebagai anak dengan jenis kelamin berbeda ( misalnya : karena orang tua ingin anaknya perempuan maka orang tua ini memperlakukan anak lelaki mereka seperti anak perempuan). Pendapat ini tidak selalu benar karena ternyata banyak faktor yang menyebabkan seseorang memiliki orientasi seksual tertentu. Menjadi seorang homoseksual / lesbi / biseksual bukanlah berarti orang itu mengalami gangguan jiwa / tidak normal, meskipun di masyarakat sekarang ini hal tersebut masih menimbulkan masalah sosial karena adanya norma – norma dan nilai – nilai yang berlaku di masyarakat.

Sesorang yang masih bingung dengan orientasi seksualnya sebaiknya berkonsultasi dengan psikiater yang akan membantu mereka tentang apa yang harus dilakukan. Apabila orang ini nyaman dengan orientasi seksualnya tetapi lingkungan sekitar tidak setuju tentunya dia harus mengambil sikap tertentu dengan konsekuensi yang harus dihadapinya.

Setiap perilaku dan aktivitas seksual memiliki resiko terhadap kesehatan bila tidak dilakukan dengan sehat. Perilaku seksual yang sehat harus memperhatikan Penyakit kelamin merupakan penyakit yang sering muncul akibat perilaku seksual yang sehat. Tetap setia pada pasangan merupakan cara yang paling aman dalam menjalin suatu hubungan.

0 comments:

Post a Comment