Blog seorang psikiater di Kota Bogor yang membahas berbagai hal mengenai kesehatan jiwa. (Dr. Lahargo Kembaren, SpKJ)

Autisme : Apa dan bagaimana?

Friday, November 13, 2009 Posted by Lahargo Kembaren No comments
Autisme dan hiperaktif adalah dua hal yang berbeda baik dalam hal gejala maupun pengobatannya. Pada anak autisme tanda dan gejala yang ditemukan adalah gangguan pada bidang :
 Komunikasi
o Keterlambatan perkembangan bicara & tak ada usaha untuk berkomunikasi nonverbal (bahasa tubuh/ isyarat)
o Yg dpt berbicara: sulit utk memulai atau mempertahankan percakapan dgn orang lain
o Bahasa strereotipik, pengulangan, aneh: mis meracau, echolalia (membeo)
o Tak memahami pembicaraan orang lain
o Kurang variasi & spontanitas dlm bermain pura2/ permainan imitasi sosial
 Interaksi sosial
o Hendaya perilaku nonverbal:
 Tidak berespons saat dipanggil.
 Tidak mau mengadakan kontak mata.
 Ekspresi wajah dan postur tubuh kaku
o Gagal membangun relasi dgn sebaya, lebih suka asyik sendiri.
o Tak ada keinginan utk berbagi kesenangan dgn orang lain.
o Tak ingin mengadakan hubungan emosional & sosial timbal balik.
o Tidak dapat merasakan apa yang dirasakan orang lain.
 Perilaku
o Acuh tak acuh terhadap lingkungan.
o Preokupasi dg 1 pola perilaku ttt atau minat strereotipik: terpukau oleh benda bergerak atau berputar, kelekatan thd benda tertentu
o Manerisme motorik yg strereotipik & repetitif, mis: mondar-mandir, lari2 lompat2, manjat2, mengepak-ngepak, teriak2
o Agresif atau menyakiti diri sendiri.
o Melamun atau bengong.
 Emosi
o Tertawa-tawa, menangis, marah-marah tanpa sebab.
o Emosi tak terkendali: temper tantrum
o Rasa takut yang tidak wajar

Sedangkan pada gangguan pemusatan perhatian/hiperaktivitas (GPPH) / ADHD akan tampak gejala – gejala seperti :

Inatensi
(a) Sering gagal memberikan perhatian cermat terhadap detail atau membuat kesalahan yang ceroboh dalam tugas sekolah, pekerjaan, atau aktivitas lain
(b) Sering kesulitan mempertahankan perhatian dalam tugas-tugas atau aktivitas bermain
(c) Sering tampak tidak mendengarkan bila diajak bicara secara langsung
(d) Sering tidak memenuhi instruksi dan gagal menyelesaikan tugas sekolah, tugas di rumah, atau tugas-tugas pekerjaan (bukan akibat perilaku oposisional atau kegagalan untuk mengerti instruksi)
(e) Sering kesulitan mengorganisasikan tugas dan aktivitas
(f) Sering menghindari, tidak menyukai, atau enggan melakukan tugas yang membutuhkan usaha mental yang berkesinambungan (seperti tugas sekolah atau pekerjaan rumah)
(g) Sering kehilangan barang-barang yang diperlukan untuk tugas atau aktivitas (misalnya mainan, tugas sekolah, pensil, buku, atau peralatan)
(h) Sering teralihkan perhatiannya oleh stimulus eksternal
(i) Sering pelupa dalam aktivitas sehari-hari
(1) Enam (atau lebih) dari gejala-gejala hiperaktivitas-impulsivitas berikut bertahan selama sedikitnya 6 bulan hingga derajat yang maladaptif dan tidak sesuai dengan tahapan perkembangan:
Hiperaktivitas
(a) Sering fidgeting dengan tangan atau kaki atau squirming di tempat duduknya
(b) Sering meninggalkan tempat duduk di kelas atau dalam situasi lain yang mengharuskan anak untuk duduk diam
(c) Sering berlari-lari atau memanjat secara berlebihan dalam situasi yang tidak sesuai (pada remaja atau dewasa, dapat terbatas pada perasaan restlessness yang subjektif)
(d) Sering kesulitan bermain atau melakukan aktivitas senggang dengan tenang
(e) Sering “on the go” atau bertindak seolah-olah “dikendalikan sebuah motor”
Sering menginterupsi atau menyela orang lain (misalnya menyela pembicaraan atau

Untuk memastikannya, bila ada kecurigaan akan autisme maka perlu memeriksakan anak nya ke psikiater supaya diagnosis bisa segera ditegakkan dan terapi bisa segera diberikan bila diperlukan.

0 comments:

Post a Comment