Blog seorang psikiater di Kota Bogor yang membahas berbagai hal mengenai kesehatan jiwa. (Dr. Lahargo Kembaren, SpKJ)

Aspek kejiwaan Aborsi

Friday, November 13, 2009 Posted by Lahargo Kembaren No comments
Prosedur aborsi dapat dilihat dari 2 aspek. Dari sisi medis hal ini dapat dilakukan apabila dokter melihat bahwa proses kehamilan membahayakan si ibu yang mengandung. Tetapi ada juga proses aborsi yang dilakukan di luar medis dengan tujuan memang untuk menggugurkan kandungan karena berbagai alasan. Pada saat seorang perempuan kehilangan bayinya pada suatu proses aborsi maka akan menimbulkan proses berduka yang normal. Tetapi ketika proses aborsi itu dilakukan untuk mengatasi masalah yang lainnya seperti masalah kesehatan ibu yang mengandungnya maka biasanya perempuan tersebut akan lebih cepat pulih dari proses duka kehilangan yang dia alami, sehingga penting sekali untuk memberitahukan mengenai tujuan dari aborsi itu.
Perubahan hormonal yang terjadi selama proses kehamilan membuat perempuan itu menjadi lebih emosional dari biasanya. Beberapa perasaan yang biasanya muncul adalah : sedih, marah, kecewa, dan merasa bersalah. Bahkan ada beberapa perempuan yang menjadi depresi, cemas, tidak punya harapan, gangguan makan. Gangguan ini bisa berlangsung berminggu-minggu atau bulan bila tidak ditangani segera. Dampak psikologis lain yang juga biasanya muncul adalah adanya ingatan masa yang lalu (flashback) dan juga mimpi buruk terkait dengan aborsi yang dilakukannya.
Apabila perempuan ini bukanlah sosok perempuan yang bermental kuat atau bila tidak ditangani segera maka dia dapat jatuh ke gangguan kejiwaan yang lebih berat. Melakukan konseling sebelum prosedur aborsi akan mencegah seorang perempuan tersebut untuk jatuh pada masalah kejiwaan lebih lanjut. Konseling akan menolong mengidentifikasi perasaan dan motivasi ketika memilih untuk melakukan aborsi sehingga resiko permasalahan kejiwaan di kemudian hari dapat dikurangi.
Bagi mereka yang melakukan aborsi tanpa pertolongan profesional maka resikonya menjadi lebih besar, mulai dari masalah medis seperti perdarahan dan infeksi yang dapat terjadi dan juga masalah hukum serta masalah kejiwaan karena adanya ambivalensi antara ingin menggugurkan kandungan dan nilai/norma yang dianut.

0 comments:

Post a Comment