Blog seorang psikiater di Kota Bogor yang membahas berbagai hal mengenai kesehatan jiwa. (Dr. Lahargo Kembaren, SpKJ)

BERI RUANG PADA ANAK REMAJA

Saturday, September 01, 2018 Posted by Lahargo Kembaren No comments

“The hopes of the world rest on young people. Peace, economic dynamism, social justice, tolerance — all this and more, today and tomorrow, depends on tapping into the power of youth.”

“Harapan dunia bergantung pada orang-orang muda. Kedamaian, dinamisme ekonomi, keadilan sosial, toleransi - semua ini dan lebih banyak lagi, hari ini dan besok, bergantung pada kekuatan pemuda.
— UN Secretary-General António Guterres

Setiap tanggal 12 Agustus diperingati sebagai hari remaja sedunia (International Youth Day) yang tahun ini mengambil tema : “Safe Spaces for Youth” (berikan ruang pada anak remaja). Anak remaja adalah anak yang berumur 10 - 24 tahun, jumlahnya adalah proporsi terbesar dari populasi yang ada. Masa remaja adalah masa transisi, peralihan dari masa kanak kanak ke dewasa. Perubahan - perubahan banyak dialami oleh anak remaja :
- perubahan fisik
- perubahan psikologis
- perubahan hormonal
- perubahan masalah kehidupan
- perubahan kognitif (cara berpikir)
- dll

Untuk setiap perubahan tentunya memerlukan proses penyesuaian. Remaja butuh ruang dalam mereka melakukan penyesuaian terhadap berbagai perubahan yg terjadi pada dirinya. Saat ini banyak remaja yg merasa bahwa mereka mereka memiliki ruang yg sangat terbatas untuk dapat mengekspresikan apa yg ada dalam diri mereka. Kesibukan di sekolah, rumah, tugas tugas, dll menjadi rutinitas membosankan yg menghabiskan waktu dan masa remaja mereka. Anak remaja butuh ruang yg aman untuk dapat mengembangkan dirinya baik dalam berinteraksi dengan teman sebayanya, dengan orang tua, dalam mengekspresikan hobi dan talentanya dan dalam mencoba hal ha yg baru.

Menurut Erik Erickson dalam perkembangan psikososial, masa remaja adalah masa mencari identitas diri, yg bila tidak tercapai dapat menimbulkan kebingungan dalam peran di kehidupan. Bagian otak manusia mengalami perkembangan mulai dari bayi sampai usia dewasa (25 tahun). Pada anak remaja bagian otak pre frontal cortex belum matang perkembangannya. Hal ini menyebabkan:
- kemampuan anak remaja dalam membuat keputusan yg rasional belum cukup baik
- sangat sensitif terhadap tekanan teman sebaya (bullying)
- mudah melakukan perilaku berisiko atau impulsif, gampang marah, sensitif, baper
- sulit memahami ekspresi emosi seseorang sehingga terkesan cuek/tidak peduli

Perubahan hormon pubertas pada anak remaja pun memberikan berbagai perubahan dalam fisik, emosi, perilaku dan pikirannya. Ya... anak remaja butuh ruang untuk mengekspresikan semuanya itu dan satu lagi... mereka juga butuh dimengerti secara positif dan bukan dihakimi.

Orang tua, guru dan kita semua memegang peranan dalam perkembangan remaja yg sehat. Hal-hal yang bisa dilakukan adalah :
- menjaga komunikasi yg baik dan suportif dengan anak remaja, tdk berkomunikasi seperti kepada anak yg lebih kecil, beri ruang untuk berdiskusi
- Terima dan validasi berbagai ekspresi yg muncul pada anak remaja, dan menahan diri untuk menghakimi atau memberikan nasihat secara cepat. Dengarkan masalah yg mereka alami karena konflik dan masalah sering tdk dapat dihindari
- Berikan kepercayaan pada anak remaja untuk membuat keputusan. Sesekali mungkin mereka salah dalam melakukan keputusan, tetap dampingi dengan penuh kasih sayang
- Jangan memberikan hukuman secara fisik, memukul atau berteriak. Itu tidak membuat pesan kita lebih bisa didengar. Gunakan metode hukuman seperti: mengurangi uang saku, membatasi waktu bermain dengan teman atau mengambil hal hal yg nyaman dimiliki selama ini.

Mari berikan remaja ruang dalam perkembangan kehidupannya!

Most people do not really want freedom, because freedom involves responsibility, and most people are frightened of responsibility.
- Sigmund Freud

dr.Lahargo Kembaren,SpKJ
Psikiater

RS.dr.H.Marzoeki Mahdi Bogor
RS Siloam Bogor
Apotek Mulia Jl.Pandu Raya Bogor

DEPRESI PADA ANAK

Saturday, September 01, 2018 Posted by Lahargo Kembaren No comments

"Kesehatan jiwa pada anak sama penting dengan kesehatan fisiknya."

Sebagai orang tua tentunya kita sangat memperhatikan kesehatan fisik pada seorang anak, membawanya segera ke dokter dan memberikan obat bila anak sakit seperti demam, batuk, muntah, dll. Apakah kitapun peduli dengan kesehatan jiwa anak?

Depresi pada anak seringkali tersembunyi gejalanya, marilah coba mengenalinya dan melakukan pencegahan serta penanganannya.

Menurut DSM 5 (diagnostic statistical manual for mental disorder), depresi pada anak memiliki gejala gejala seperti di bawah ini:

- Suasana hati yang sedih atau mudah tersinggung

- Minat yang menurun, sulit menikmati keseharian

- Penurunan konsentrasi dan sulit membuat keputusan

- Insomnia (sulit tidur) atau hypersomnia (terlalu banyak tidur)

- Perubahan nafsu makan atau perubahan berat badan

- Kelelahan yang berlebihan, mudah capek, energi berkurang

- Perasaan tidak berharga atau rasa bersalah yang berlebihan

- Pikiran berulang tentang kematian atau keinginan bunuh diri

- Agitasi psikomotor (gelisah) atau malas bergerak (mager)

Gejala ini berlangsung selama 2 minggu berturut turut.

Semua gejala-gejala tersebut menyebabkan gangguan fungsi dalam kehidupan sehari hari di sekolah, lingkungan sosial, dan keluarga.

Ketika muncul gejala gejala depresi pada anak, segeralah berkonsultasi dengan profesional kesehatan jiwa seperti : Psikiater, Perawat jiwa, psikolog, dokter umum terlatih untuk segera mendapatkan pertolongan.

Depresi pada anak dapat dicegah dengan melakukan pola asuh yang tepat untuk mendukung kondisi mental anak.
Hal yg bisa dilakukan antara lain adalah:

- LOVE, berikan cinta kasih, perhatian bagi anak dan pastikan kita selalu ada untuk mereka
- CONVERSATION, dorong anak untuk mau bercerita tentang apa yg dialaminya, pastikan dia nyaman dan bebas bercerita
- LISTEN, pastikan kita mendengarkan apa yg anak ceritakan, iya mendengarkan, bukan terlalu cepat menasihati dan menghakimi
- FEELING, cari tahu apa yg anak sedang rasakan dan validasi perasaan tersebut
- SYMPTOMS, kenali tanda dan gejala depresi yg muncul
- BEHAVIOR, waspada terhadap berbagai perubahan perilaku yg ditunjukkan anak
- PATIENCE, sabar dalam menghadapi anak, jangan memberikan tekanan yg berat baginya
- EDUCATE, sampaikan pada anak pentingnya kesehatan jiwa
- COPING, bantu anak dalam mempelajari keterampilan koping yg efektif dalam menghadapi stres, misalnya melakukan relaksasi
- REST TIME, pastikan anak memiliki waktu istirahat dan tidur yg cukup
- PROBLEM SOLVING, bantu anak dalam mencari pemecahan masalah yg efektif dan realistis
- ENVIRONMENT, berikan anak lingkungan yg kondusif dan suportif untuk perkembangan mentalnya
- SUPPORT, secara reguler selalu berikan dukungan, motivasi dan pujian bagi anak
- EXERCISE, pastikan anak melakukan olah raga secara rutin untuk menjaga kesehatan fisik dan jiwanya tetap baik
- BE PROUD, sampaikan selalu pada anak bahwa kita bangga padanya, hal ini penting untuk membangun harga diri dan percaya dirinya
- HELP, datang dan berkonsultasi dengan profesional untuk mendapatkan pertolongan

"Didiklah orang muda menurut jalan yang patut baginya, maka pada masa tuanyapun ia tidak akan menyimpang dari pada jalan itu." (Proverb)

Kesehatan jiwa anak jauh lebih penting dari nilainya di sekolah. Mari sediakan waktu lebih banyak untuk anak karena mereka perlukan itu!

LaKe

dr.Lahargo Kembaren,SpKJ
Psikiater
RS.dr.H.Marzoeki Mahdi Bogor
RS.Siloam Bogor
Apotek Mulia Pandu Raya Bogor

DISTORSI KOGNITIF (Pikiran Negatif)

Saturday, September 01, 2018 Posted by Lahargo Kembaren No comments

“Bagi beberapa orang, berpikiran negatif merupakan kebiasaan, yang sejalan dengan berlalunya waktu akan berubah menjadi sebuah kecanduan. Seperti penyakit, seperti kecanduan alkohol, berlebihan makan, atau kecanduan obat terlarang. Banyak orang yang menderita akibat penyakit ini karena berpikiran negatif merusak tiga hal berikut: jiwa, tubuh, dan perasaan.” – Peter Mc Williams

“Jangan habiskan energi untuk kekhawatiran atau pikiran-pikiran negatif.” – Bruce Lee

Berbeda pendapat dengan orang lain boleh saja karena sudut pandang nya mungkin berbeda. Enam ditambah tiga sama dengan sembilan, demikian juga empat ditambah lima. Tidak ada yg salah dengan perbedaan pendapat karena penghayatannya memang mungkin berbeda. Memaksakan pendapat kita pada orang lain pun sepertinya tak bijak karena cara berpikir dan sudut pandang melihatnya pun berbeda. Saling menerima dan menghargai adalah solusi terbaik saat ada perbedaan.

TAPI distorsi kognitif adalah suatu hal yg berbeda, ini adalah cara berpikir yg tidak rasional, yg muncul spontan, dan diulang ulang. Masyarakat secara umum menyebutnya dengan sebutan 'pikiran negatif'. Ada beberapa model cara berpikir yg tidak rasional / distorsi kognitif / pikiran negatif, yaitu :

1. Over generalization
Cara berpikir yg menggeneralisasi semua peristiwa adalah sama dari sebuah kejadian spesifik.
Contoh : pernah diputusin cowok saat sudah mau nikahan, dan berpikir: semua cowok sama aja brengseknya.

2. All or nothing thinking
Cara berpikir 'segalanya atau tidak sama sekali'. Cara berpikir perfeksionis berlebihan yg tidak menoleransi kesalahan sedikitpun, selalu ingin sempurna.
Contoh: suatu ketika ada mata pelajaran yg harus remedial, karena selama ini tdk pernah remedial, berpikir nya bahwa hidup sudah gagal total, tidak berguna dan merasa sia sia

3. Mental Filter
Cara berpikir yg selalu berhasil menemukan sisi negatif dari berbagai peristiwa meskipun sebenarnya banyak sisi positif yg bisa dipikirkan.
Contoh : Dari 100 soal yg dikerjakan, ternyata ada 13 jawaban yg salah, yg dipikirkan hanya 13 soal yg salah itu saja, meratapinya,menyalahkannya, meskipun sebenarnya asa 87 jawaban benar yg menyenangkan.

4. Should
Cara berpikir yg membuat Anda tidak nyaman, sedih, kecewa, marah karena Anda berpendapat bahwa orang lain seharusnya melakukan apa yg Anda pikirkan. Perasaan frustasi yg disebabkan karena dalam pikiran Anda yg ada adalah : harus...harus...harusnya...
Contoh : Harusnya dia tidak pakai baju warna itu. Harusnya saya tidak telat. Harus nya dia lebih perhatian.

5. Jump to the Conclusion
Cara berpikir loncat, seolah olah Anda sudah tahu apa yg akan terjadi meski belum dijalani.
Contoh : Dia pasti benci sama gue, tadi ketemu di jalan tidak menyapa sama sekali. (Padahal temannya tsb sedang terburu buru ke WC jadi tdk memperhatiakan sekitar). Aku pasti gagal ujian kali ini. (Padahal ujiannya belum dimulai).

Semua pikiran yg tidak rasional / distorsi kognitif / pikiran negatif di atas bila terus menerus diulang berkali kali akan menyebabkan terjadi nya RUMINASI (rumination) yang akan mengganggu fungsi otak sehingga menyebabkan munculnya gangguan kejiwaan seperti Cemas / Ansietas dan Depresi. Berpikir negatif tidak pernah menghasilkan kehidupan yang positif.

Berpikir Positif / Rasional
Sepertinya berpikir negatif terus menerus bukanlah pilihan yg harus dilakukan karena berbahaya bagi jiwa kita. Mencoba untuk berpikir positif/rasional memiliki banyak keuntungan, yaitu :
- panjang umur
- stres yg minimal
- imunitas tubuh lebih baik
- tidur lebih nyenyak
- hidup lebih menyenangkan
- harga diri dan percaya diri lebih baik
- kesuksesan lebih dekat

Bagaimana cara berpikir lebih POSITIF ?
- Berdoa, beribadah, meditasi agar kita menjadi insan yg senantiasa memiliki pikiran positif dalam memandang kehidupan
- Bersenang senang dan nikmatilah kehidupan dengan melakukan banyak hal yg menyenangkan, tertawalah, dan jangan terlalu serius
- Menerima pikiran negatif, menyadarinya sebagai suatu hal yg alamiah dan mulai merubahnya
- Fokus pada hal - hal yg positif. Saat ada hal yg negatif, cobalah untuk mencari pikiran alternatif positif sekecil apapun itu.
- Berolahraga, jalan santai, mendengarkan musik, nonton film, akan menjadi distraksi yg baik untuk pikiran negatif
- Kelilingi diri kita dengan orang orang yang memiliki pikiran positif

Saat Pikiran negatif / distorsi kognitif ini sulit untuk dihilangkan, silahkan untuk berkonsultasi ke profesional kesehatan jiwa seperti Psikiater, Perawat jiwa dan Psikolog untuk segera mendapatkan bantuan.

"Finally, brothers, whatever is true, whatever is honorable, whatever is just, whatever is pure, whatever is lovely, whatever is commendable, if there is any excellence, if there is anything worthy of praise, think about these things."

"Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu. "
- Philippians

dr.Lahargo Kembaren,SpKJ
Psikiater
RS.dr.H.Marzoeki Mahdi Bogor
RS Siloam Bogor
Apotek Mulia, Jl.Pandu Raya Bogor

GANGGUAN BIPOLAR

Saturday, September 01, 2018 Posted by Lahargo Kembaren No comments

Seorang pasien datang dengan keluhan emosi yg naik turun. Bila sedang marah seluruh barang di rumah bisa dipecahkan tetapi beberapa waktu kemudian dia bisa sedih sekali sehingga mau bunuh diri. Pikirannya terkadang loncat loncat tidak menentu, kadang merasa begitu berenergi tetapi kemudian lemah lesu dan tidak bertenaga. Beberapa kali saat kondisi mood yg berat muncul suara suara bisikan yg tdk ada sumbernya (halusinasi). Pasien ini memiliki keluarga yg juga mengalami suatu gangguan mood/emosi, pernah menggunakan ganja dan pernah ada trauma kepala. Stresor pekerjaan yg berat juga sering membuatnya tertekan. Ini yg disebut sebagai gangguan Bipolar.

Gangguan bipolar adalah gangguan yang dapat membuat mood seseorang yang normal dapat menjadi sangat ekstrim sehingga disebut manik depresif. Orang dengan gangguan bipolar memiliki mood yang tidak menentu(mood swing). Moodnya dapat berayun dari yang paling rendah (depresi) ke yang paling tinggi (mania). Saat sedang depresi, gejala yang terberat adalah risiko melakukan perilaku bunuh diri, sedangkan saat manik, yang terberat adalah perilaku berisiko yang bisa mengganggu dalam pekerjaan, relasi sosial dan masyarakat.

Gangguan bipolar (gangguan manik depresi) adalah gangguan biologi yang cukup berat yang mengenai lebih dari 1 % dari populasi. Sebagai manusia kita pernah merasakan berbagai macam bentuk mood yaitu : gembira, sedih, marah,dll. Mood yang tidak nyaman dan perubahan pada mood adalah reaksi yang normal terhadap kehidupan sehari-hari. Tetapi ada perubahan mood yang menimbulkan gangguan pada fungsi sehari-hari, hal ini disebut sebagai gangguan mood. Gangguan mood adalah kondisi medis yang mempengaruhi mood dan apa yang kita rasakan. Terdapat 2 jenis gangguan mood yaitu :
Gangguan unipolar (1 kutub) : gangguan depresi mayor, yaitu mood yang menurun.
Gangguan bipolar (2 kutub) : terdapat mood yang meningkat yang dapat juga disertai
mood yang menurun. Semua gangguan tsb berhubungan dengan perubahan kimiawi di otak.

Apa Saja Gejala—Gejala Gangguan Bipolar ?
Gejala pada Gangguan Bipolar adalah perubahan mood terjadi silih berganti. Pada satu waktu moodnya bisa meningkat, kemudian bisa berubah jadi menurun/depresi dan pada saat lain bisa normal. Terdapat 4 jenis episode mood pada gangguan bipolar :

1. Mania (episode manik)
Mania dimulai dengan perasaan senang disertai dengan energi yang berlebih, merasa sangat kreatif. Perasaan ini secara cepat berkembang menjadi suatu euphoria (perasaan senang yang sangat berlebihan) atau menjadi sangat irrirable/sensitif. Orang dengan mania biasanya menolak disalahkan dan sering malah marah menyalahkan orang yg menegurnya. Selama satu minggu, terdapat gejala-gejala yang membuat pasien sulit berfungsi dalam hidup sehari-hari:
□ Perasaan “tinggi”, euphoria, hebat, penting, mudah tersinggung
□ Tidak butuh tidur, punya energi berlebih
□ Berbicara sangat cepat sehingga tidak terikuti oleh orang lain
□ Memiliki ide-ide yg banyak (racing thought)
□ Perhatian gampang teralih/distracted
□ Melakukan tindakan yang berbahaya tanpa memikirkan konsekuensinya (contoh: belanja, aktivitas seksual yg tdk sesuai, investasi yg salam,dll)
□ Pada keadaan yg berat dapat muncul halusinasi dan waham (keyakinan yang salah)

2. Hipomania (episode hipomanik)
Episode ini lebih ringan dibandingkan episode manik dengan gejala-gejala yang sama tetapi tidak terlalu menyebabkan gangguan. Selama episode hipomanik ini, pasien dapat merasakan mood yang meningkat, merasa lebih baik dari biasanya dan merasa lebih produktif. Episode ini dirasakan sebagai perasaan yang baik dan jarang disadari oleh seseorang sebagai hal yang salah.

3.Depresi (episode depresi mayor)
Selama episode ini, selama 2 minggu pasien mengalami gejala-gejala :
□ Perasaan sedih dan kehilangan minat terhadap hal-hal yang sebelumnya diminati
□ Kesulitan tidur atau tidur berlebihan
□ Kehilangan nafsu makan atau makan jadi terlalu banyak
□ Sulit berkonsentrasi atau sulit membuat keputusan
□ Merasa jadi lambat atau tidak dapat duduk tenang
□ Merasa tidak berharga, merasa bersalah dan memiliki harga diri yang rendah
□ Berpikir tentang kematian dan bunuh diri
□ Pada keadaan yang berat dapat juga muncul halusinasi dan waham (keyakinan yang salah)

4. Episode campuran
Dalam satu haru terdapat perubahan mood mulai dari mania dan depresi yang berlangsung bergantian.

Bagaimana Gangguan Bipolar Ditangani ?
□ Obat –obatan :
o Mood stabilizers : Lithium, Divalproex, Karbamazepin, Lamotrigin
o Anti psikotik : Aripiprazole, Olanzapine, Quetiapine, Risperidone.
□ PsikoEdukasi : pasien dan keluarga mempelajari mengenai gejala-gejala bipolar dan bagaimana mengatasinya termasuk mencegah komplikasinya. Pola hidup yg sehat.
□ Psikoterapi : Membantu pasien dan keluarga untuk mengatasi pikiran, perasaan, dan perilaku yang mengganggu. Penekanannya pada deteksi dini gangguan, mengatur aktivitas dan tingkat stress, dan latihan keterampilan mengatasi masalah
□ Rehabilitasi Psikososial: latihan keterampilan sosial, remediasi kognitif, terapi okupasi dan vokasional
□ Support Group : Suatu kelompok yang dibentuk untuk mempertahankan keadaan stabil pasien bipolar. Sebuah kelompok yang dapat memberikan pengertian, pemahaman dan membuat pasien bipolar merasa aman, diterima serta memotivasi pasien untuk mengikuti rencana terapi.

Apa yang Dapat Dilakukan Keluarga dan Teman ?
□ Memberikan motivasi pada orang dengan gangguan bipolar untuk berobat ke dokter, minum obat teratur dan menghindari alkohol serta obat terlarang
□ Lihat dan waspadai gejala-gejala bunuh diri dan segera menghubungi rumah sakit atau kepolisian untuk mendapat pertolongan
□ Berbagi tanggung jawab dengan anggota keluarga lainnya untuk mengurangi stress
□ Tunjukkan bahwa selalu ada harapan untuk hidup yang lebih baik
□ Selalu mencari informasi mengenai gangguan bipolar dan menerapkannya dalam kehidupan

#BipolarDisorder
#GangguanBipolar

dr.Lahargo Kembaren,SpKJ
Psikiater
RS.dr.H.Marzoeki Mahdi Bogor
RS. Siloam Bogor
Apotek Mulia, Jl.Pandu Raya Bogor

MARAH

Saturday, September 01, 2018 Posted by Lahargo Kembaren No comments

"Setiap 1 menit yg kau habiskan untuk marah, kau kehilangan 60 detik perasaan damai." (Ralph WE)

"Siapa saja bisa marah, itu mudah, tetapi marah pada orang yang tepat dan pada tingkat yang tepat dan pada waktu yang tepat dan untuk tujuan yang benar, dan dengan cara yang benar, itu tidak mudah dan tidak semua orang dapat melakukannya. " (Aristoteles)

Penyebab marah bisa apa saja, biasanya adalah:
- rasa kecewa
- frustasi
- penilaian sendiri
- penolakan
- rasa takut
- dll

Semuanya itu akan mengaktifkan Amigdala, bagian otak yg mengontrol emosi. Selanjutnya amigdala --> Hipotalamus --> Pituitary Gland (hipofisis) --> Adrenal Gland --> Hormon Stres, yaitu :
- Cortisol
- Adrenaline
- Noradrenaline

Peningkatan hormon stres Cortisol menyebabkan banyak sel saraf yg mati terutama di bagian:

- Prefrontal Cortex (PFC), bagian otak ini penting bagi seseorang dalam membuat suatu keputusan yg baik dan perencanaan tindakan. Gangguan pada area otak ini menyebabkan orang yg marah sering membuat keputusan buruk yg kemudian disesali nya.

- Hipokampus, bagian otak yg mengatur memori. Ini menyebabkan orang yg marah tidak ingat apa yg diucapkan dan dilakukannya.

Peningkatan hormon stres Cortisol akan mengurangi hormon serotonin dalam otak, yaitu hormon yg membuat seseorang bahagia. Penurunan hormon serotonin ini akan menyebabkan seseorang menjadi lebih mudah marah, sensitif, galau, baper, dan bisa berujung pada tindakan agresi atau perilaku kekerasan. Tidak jarang yg kemudian juga menjadi depresi.

Hormon stres yg meningkat karena marah tadi pun bisa mempengaruhi berbagai sistem organ di dalam tubuh, seperti:

- sistem kardiovaskuler: tekanan darah dan denyut jantung meningkat, glukosa darah meningkat. Apabila marah tersebut berlangsung lama dan terus menerus maka gangguan pada sistem kardiovaskuler ini dapat menyebakan stroke dan serangan jantung.

- sistem imun akan menurun sehingga menyebabkan orang sering marah mudah terkena penyakit

- tekanan pada bola mata meningkat sehingga orang yg marah sering merasa migrain atau sakit kepala

- densitas tulang menurun

- sistem pencernaan terganggu

Marah yg terlalu hebat dan terus menerus berulang jelas akan sangat mengganggu. Lakukan 'Anger Management' (manajemen marah) untuk dapat mengontrol marah agar tidak terjadi hal yg merugikan. Berkonsultasi pada profesional kesehatan jiwa seperti Psikiater, Perawat Jiwa, Psikolog, Dokter umum terlatih akan mempercepat proses pemulihan marah yg terlalu berlebihan. Beberapa gangguan kejiwaan seperti:

- Gangguan mental dan perilaku akibat penyalahgunaan zat
- Skizofrenia
- Gangguan Bipolar
- Depresi
Juga memiliki tanda dan gejala MARAH yg tidak terkontrol.

"Apabila marah, jangan biarkan matahari terbenam sebelum padam amarahmu" (Ephesus)

LaKe

dr.Lahargo Kembaren,SpKJ
Psikiater
RS.dr.H.Marzoeki Mahdi Bogor
RS. Siloam Bogor
Apotek Mulia Pandu Raya Bogor

PSIKOSIS

Saturday, September 01, 2018 Posted by Lahargo Kembaren No comments

"Being Challenged in life is inevitable, being defeated is optional"

“Menghadapi tantangan dalam hidup adalah hal yang tidak terelakkan. Tapi menjadi kalah adalah soal pilihan.”
– Roger Crawford

Hari itu seorang gadis remaja datang dengan muka berseri seri gembira, menyampaikan sebuah berita bahagia bahwa ia berhasil lulus dari sebuah perguruan tinggi terkemuka di negeri ini. Sebuah episode kisah yg seolah mustahil terjadi ketika menyaksikan beberapa waktu yg lewat saat pertama kali konsultasi dengan pikiran dan perasaan yg kacau. Gejala pada waktu itu adalah : rasa takut yg berlebihan, mendengarkan suara suara bisikan, mood yg sedih dan cemas. Orang tua sangat khawatir dan memutuskan untuk membawa ke psikiater. Determinasi yg kuat untuk sehat dan sembuh, dukungan orang tua yg tiada henti, minum obat dengan teratur dan disiplin konsultasi membuahkan hasil yg manis. Ya... gangguan PSIKOSIS itu berhasil dikalahkan!

Psikosis adalah gangguan jiwa yg ditandai dengan ketidakmampuan seseorang untuk membedakan mana yg nyata dan tidak nyata ( sulit membedakan antara khayalan dan realitas). Tanda dan gejala dari gangguan ini adalah :
- Halusinasi : gangguan persepsi panca indra, mendengar suara suara bisikan, melihat bayangan, mencium bau bau an, merasa ada sesuatu di kulit dan di lidah, yg semuanya tdk ada sumbernya
- delusi/ waham : keyakinan/pikiran/ persepsi yg salah terhadap sesuatu hal yg tdk sesuai dengan kenyataan, seperti : merasa ada yg mengejar ngejar, memperhatikan, berniat jahat, merasa diomongin dan dijauhi oleh teman teman, atau merasa punya kekuatan/kehebatan yg sebenarnya tdk sesuai dengan kenyataannya
- Gangguan perilaku : menarik diri dari lingkungan sosial, gangguan tidur dan makan, sulit mengerjakan hal hal yg sebelumnya mudah dilakukan, gerakan jadi lambat atau sebaliknya terlihat gelisah
- perubahan mood : cemas, sedih, khawatir yg berlebihan
- pikiran : sering curiga, sulit fokus dan berkonsentrasi, banyak bengong
- pembicaraan : berbicara berulang ulang, malas bicara, ngomong tidak nyambung

Penyebab dari gangguan PSIKOSIS adalah adanya gangguan keseimbangan zat kimia di dalam saraf otak. Gangguan keseimbangan ini bisa terjadi bila :
- terdapat stres yg berat dalam kehidupan sehari hari
- penggunaan narkoba/napza
- benturan di kepala
- perubahan hormon pada wanita yg mengandung dan melahirkan

Kenali mitos dan fakta mengenai Psikosis:
- Psikosis bukan sesuatu yg dibuat buat
- Psikosis bukan karena pola asuh yg buruk tetapi penyebab yg multifaktor
- Psikosis bukan menunjukkan kelemahan/kebodohan/kemalasan TETAPi adalah penyakit yg harus diobati
- Psikosis bukanlah karena hal hal yg gaib/mistis, ini adalah gangguan MEDIS
- Psikosis bukanlah akhir segalanya, ini dapat disembuhkan dan dipulihkan

Apa yg dapat dilakukan oleh keluarga bila ada yg menderita PSIKOSIS :
- Sediakan waktu untuk mendengar apa yg dirasakan
- Berikan perhatian yg lebih dalam berbagai hal
- Segera kurangi tingkat stresor yg dialami
- Cepatlah dibawa ke psikiater untuk mendapatkan pengobatan yg cepat dan tepat sehingga gejala bisa berkurang dan hilang
- Berkonsultasi secara rutin untuk pengaturan dosis obat dan psikoterapi
- Selalu bersikap positif dan optimis bahwa gangguan ini bisa dipulihkan
- Atur POLA HIDUP SEHAT, makan yg sehat perbanyak ikan, sayur dan buah, hindari penyedap, pewarna dan pengawet berlebihan, hindari mie instant dan junk food, olah raga teratur 30 menit sehari, pola tidur yg cukup 6-8 jam sehari

Psikosis merupakan gangguan kejiwaan yg bersifat sementara dan bisa dipulihkan. Tetaplah fokus pada program yg sudah diberikan. Dukungan keluarga dan orang orang sekitar sangatlah penting untuk pemulihan.

"Mental Health is not everything BUT without Mental health every thing is nothing"

" Kesehatan jiwa bukanlah segalanya tetapi tanpa kesehatan jiwa, segalanya tidak berarti"

dr.Lahargo Kembaren,SpKJ
- Psikiater

RS.dr.H.Marzoeki Mahdi Bogor
RS Siloam Bogor
Apotek Mulia, Jl.Pandu Raya Bogor

STRES

Saturday, September 01, 2018 Posted by Lahargo Kembaren No comments

"Mengapa engkau tertekan, hai jiwaku, dan mengapa engkau gelisah di dalam diriku? "
(Psalm)

"Stress is not what happens to us. It's our response TO what happens. And RESPONSE is something we can choose."

'Stres bukanlah sesuatu yg terjadi pada kita TETAPI itu adalah respon kita terhadap sesuatu yg terjadi DAN respon tersebut adalah sesuatu yg dapat kita pilih'
(Maureen Killoran)

Kehidupan modern saat ini menuntut segala sesuatu yang lebih cepat yang menyebabkan munculnya berbagai tekanan dalam hidup. Masalah di tempat kerja, kuliah, sekolah dan keluarga yang menuntut suatu penyelesaian menyebabkan seseorang dalam keadaan frustasi dan tertekan sehingga memunculkan berbagai gejala stres. Sebenarnya stres dalam jumlah yang kecil dan singkat bisa membuat performa kita menjadi lebih baik, contoh: stres dalam tugas di kantor membuat kita lebih giat menyelesaikan sehingga kemampuan dan keterampilan kita menjadi meningkat, stres karena akan menghadapi ujian membuat seorang mahasiswa belajar dengan lebih sungguh dan mengatur waktu sebaik-baiknya.

Jadi stres ada 2 bentuk, yang positif (disebut juga eustress) membuat seseorang menjadi pribadi yang lebih baik, dan ada juga yang negatif (distress) yang menyebabkan munculnya berbagai masalah psikologis yang menyebabkan terganggunya fungsi dan produktivitas. Setiap orang akan memberikan respons stres yang berbeda dalam menghadapi stresor yang terjadi dalam hidupnya. Respon stres ini sebenarnya bertujuan menyelamatkan kita, memberikan kita kesiapsiagaan dalam menghadapi suatu tantangan.

Pada saat sedang stres, tubuh mengeluarkan berbagai hormon seperti kortisol dan adrenalin yang membuat jantung berdetak lebih cepat dan kuat, meningkatkan aliran darah, mengencangkan otot-otot, dan menyiagakan seluruh panca indera. Ini semua terjadi bertujuan agar kita siap menghadapi ancaman/tantangan yang ada di depan kita. Ini membuat kita kuat berdiri saat presentasi, membuat kita bisa lebih konsentrasi dalam belajar daripada menonton TV, membuat kita berlari lebih kencang dalam sebuah perlombaan. Jadi sebenarnya stres cukup baik juga ya bagi hidup kita?!

Tetapi stres ternyata juga bisa berdampak negatif apabila terjadi dalam porsi yang lebih besar dan waktu yang lebih lama serta kurangnya baiknya manajemen stres yg dimiliki oleh seseorang. Tidak jarang stres yg berdampak negatif ini berujung pada masalah/gangguan kejiwaan.
Berikut ini adalah gejala-gejala STRES, yaitu :

1. Gejala kognitif :
a. Masalah memori
b. Sulit berkonsentrasi
c. Membuat keputusan yang buruk
d. Hanya melihat dari sudut pandang yang negatif
e. Rasa cemas terhadap berbagai hal yang terus menerus muncul

2. Gejala fisik :
a. Gatal/nyeri di berbagai bagian tubuh
b. Diare / sulit buang air besar
c. Mual dan pusing
d. Nyeri dada dan jantung berdebar
e. Hasrat seksual yang menurun
f. Terasa dingin di ujung jari

3. Gejala emosi :
a. Mood yang labil
b. Mudah emosi/marah/tersinggung
c. Gelisah, tidak bisa tenang
d. Merasa sendirian dan terisolasi
e. Depresi, sedih, perasaan tidak gembira

4. Gejala perilaku :
a. Nafsu makan meningkat / menurun
b. Sulit tidur / terlalu banyak tidur
c. Tidak mau bersosialisasi/bergaul
d. Menunda-nunda pekerjaan dan tanggung jawab
e. Menggunakan alkohol, merokok, narkoba untuk mencoba rileks
f. Perilaku cemas: menggigit kuku, mondar mandir, melirik kiri kanan

Apabila ditemukan gejala-gejala seperti di atas berarti, gejala negatif stres sedang menghinggapi kita. Ini hal yang kurang baik, ada yang tidak pas dengan keseimbangan mental kita dan perlu dilakukan intervensi agar bisa kembali normal. Manajemen stres adalah cara kita menghadapi dan mengelola stresor yang sedang kita hadapi, yang dapat dilakukan dengan cara :

-4A-
1. Avoid (hindari) : apabila memungkinkan kita hindari sumber stresor yang menyebabkan kita stres.

2. Alter (rubah) : apabila kita tidak bisa menghindarinya maka kita bisa coba merubahnya, coba libatkan orang lain dalam menghadapi stresor yang sedang kita hadapi, atur prioritas, delegasikan tugas

3. Adapt (beradaptasi) : Saat stresor tidak bisa dihindari dan dirubah maka kita bisa mengatur respon kita terhadap stresor tersebut ke arah yang lebih positif. Fokus pada hal-hal yang menggembirakan dan menyenangkan dari pekerjaan kita tersebut

4. Accept (terima) : belajar untuk menerima suatu keadaan dalam hidup kita meski itu rasa menyakitkan dan menyedihkan, tetapi itulah bagian warna warni kehidupan kita. Pelajari hikmah yang kita dapatkan dari kejadian ini. Hidup tidak selalu menang, berhasil, bahagia TETAPi kalah, gagal dan sedih adalah juga bagiannya.

Beberapa tips yang bisa dilakukan dalam mengelola stres adalah :

· Lakukan relaksasi otot dan mengatur pernafasan sehingga tubuh terasa rileks setiap kali merasa stres
· Lakukan olah raga yang teratur 30 menit setiap hari
· Makan makanan yang sehat dan bergizi, hindari makanan dengan banyak bumbu penyedap, pengawet dan pewarna yang berlebihan. Perbanyak makan sayur, buah dan ikan. Jauhi junk food.
· Tidur yang cukup setiap harinya
• Miliki sudut pandang yg positif terhadap berbagai hal
• Lakukan diet media sosial, games dan internet
• Miliki teman dan komunitas yang suportif
· Beribadah dan berdoa akan membuat kita merasa tenang dan jauh dari stres

Mari kita kenali gejala stres dan lakukan manajemen stres yang baik agar hidup tetap bisa berwarna dan ceria. Semangat menjalani hidup dan jauh dari efek negatif stres. Salam sehat jiwa

"Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari."
(Matthew)

LaKe
dr.Lahargo Kembaren,SpKJ
Psikiater
RS.dr.H.Marzoeki Mahdi Bogor
RS Siloam Bogor
Apotek Mulia, Jl.Pandu Raya Bogor

Memahami Fenomena Bunuh Diri dan Pencegahannya

Wednesday, January 10, 2018 Posted by Lahargo Kembaren No comments

Beberapa hari yang lalu kita mendengar sebuah berita kejadian bunuh diri yang dilakukan oleh seorang wanita muda dengan cara melompat dari lantai 10 sebuah apartemen. Setiap fenomena  bunuh diri selalu meninggalkan perenungan bagi kita semua, perasaan kaget, sedih, kecewa, marah, takut, cemas, memunculkan pertanyaan mengapa hal itu bisa terjadi dan juga semangat untuk melakukan pencegahan agar hal itu tidak kembali terjadi. Dampak yang disebabkan oleh fenomena bunuh diri ini juga bukanlah hal yang ringan, kehilangan orang yang dikasihi, perasaan traumatik akibat peristiwa tersebut bagi keluarga dan mereka yang menyaksikan kejadian bunuh diri ini dan juga.

Menurut World Health Organization (WHO), lembaga kesehatan dunia, angka kejadian bunuh diri setiap tahun ada 800.000 orang,  jadi dalam 40 detik ada 1 orang yang melakukan bunuh diri. Angka terbanyak kejadian bunuh diri berada pada rentang usia 15-29 tahun. 1,4% kematian di seluruh dunia disebabkan oleh bunuh diri.

Tanda dan Gejala
Seorang yang melakukan bunuh diri/mencoba bunuh diri sebenarnya tidak sungguh-sungguh ingin mengakhiri hidupnya, mereka sebenarnya ingin penderitaan/konflik yang dialaminya cepat berakhir. Hanya sayangnya bunuh diri yang menjadi pilihan karena seolah tidak ada bantuan lain yang bisa diharapkan. Ada beberapa tanda dan gejala bunuh diri yang perlu diketahui agar bisa melakukan pencegahan, antara lain :

·         Berbicara tentang keinginan untuk mati atau ingin bunuh diri
·         Berbicara tentang perasaan kosong, hampa dan tidak punya alasan untuk hidup
·         Membuat rencana untuk bunuh diri seperti melihat website mengenai cara bunuh diri, membeli senjata/alat untuk melakukannya, membeli obat-obatan dalam jumlah banyak
·         Berbicara tentang perasaan bersalah dan malu yang sangat berat
·         Berbicara tentang perasaan terjebak, tidak memiliki jalan keluar
·         Merasa ‘sakit’ yang berkepanjangan dan tidak ada perbaikan, fisik/psikis
·         Merasa menjadi beban yang berat bagi orang lain
·         Menggunakan minuman keras atau Narkoba dan semakin sering
·         Berprilaku cemas dan agitasi
·         Menarik diri dari keluarga dan teman teman
·         Perubahan pada pola tidur dan pola makan
·         Menunjukkan perilaku marah atau keinginan balas dendam
·         Melakukan perilaku berisiko seperti menyupir mobil kencang dan ugal ugalan
·         Berbicara dan berpikir tentang kematian semakin sering
·         Perubahan mood yang ekstrim, dari sangat sedih menjadi sangat tenang dan sangat gembira
·         Melepaskan posisi yang penting dalam pekerjaan, berhenti kuliah/bekerja
·         Mengucapkan selamat tinggal pada teman teman dan keluarga
·         Membuat surat wasiat
·         Menuliskan di media sosial mengenai bunuh diri dan kematian

Apabila ditemukan tanda dan gejala seperti di atas sebaiknya segera menghubungi profesional kesehatan jiwa seperti Psikiater, psikolog, perawat jiwa, dokter umum terlatih, pekerja sosial, dll agar segera mendapatkan petolongan. RS.dr.H.Marzoeki Mahdi Bogor memiliki Hot Line Service Kedaruratan Psikiatri, Layanan ‘Crisis Centre’ di nomor (0251) 8310611.


Faktor Risiko
Tidak ada diskriminasi pada fenomena bunuh diri, setiap orang memiliki risiko untuk melakukan bunuh diri, jenis kelamin, suku budaya, latar belakang pendidikan dan pekerjaan. Perilaku bunuh diri disebabkan oleh berbagai faktor yang kompleks dan tidak ada penyebab tunggal. Ada beberapa faktor risiko yang membuat perilaku bunuh diri lebih mudah terjadi, yaitu :

·         Depresi, gangguan jiwa lain (skizofrenia, bipolar, ketergantungan zat)
·         Kondisi penyakit tertentu
·         Nyeri kronis
·         Riwayat perilaku bunuh diri sebelumnya
·         Riwayat anggota keluarga dengan bunuh diri, gangguan jiwa dan penyalahgunaan zat
·         Kekerasan dalam keluarga termasuk verbal, fisik dan seksual
·         Memiliki senjata yang berbahaya di rumah
·         Baru keluar dari penjara
·         Terekspos/terpapar dengan perilaku bunuh diri yang dilakukan oleh orang lain seperti anggota keluarga, teman, bintang film/selebriti yang diidolakan

Banyak orang yang mengalami faktor risiko tersebut tetapi tidak melakukan bunuh diri, perlu diperhatikan bahwa perilaku bunuh diri adalah tanda adanya suatu stres yang berat yang dialami oleh orang tersebut. Setiap pikiran dan perilaku bunuh diri harus dianggap sebagai suatu hal yang serius dan segera mendapatkan pertolongan.

Penanganan
Apabila terdapat tanda, gejala dan faktor risiko mengenai perilaku bunuh diri maka perlu segera dilakukan penanganan. Hal – hal yang bisa dilakukan antara lain adalah :

1.    Lakukan komunikasi dan pendampingan yang intensif untuk memastikan apa yang dikhawatirkan tidak benar
2.    Katakan bahwa dia tidak sendirian, ada banyak yang mau dan bersedia membantu
3.    Memberikan respon krisis dengan segera sesuai dengan tingkatan level risiko bunuh diri
a. Rendah       : ada pikiran bunuh diri, tidak ada rencana, tidak mau melakukannya
b. Sedang        : beberapa kali muncul pikiran bunuh diri, sedikit rencana, tidak mau
                         melakukannya
c.Tinggi           : sering muncul pikiran bunuh diri, rencana yang jelas, tidak mau  
                         melakukannya
d. Berat           : selalu muncul pikiran bunuh diri, rencana yang jelas dan terus
                         menerus berniat melakukannya
4.      Tawarkan bantuan dan bawa konsultasi ke profesional kesehatan jiwa yang akan memeriksa dan memberikan penatalaksanaan yang sesuai.
5.      Berusaha untuk proaktif untuk menawarkan bantuan ketika muncul ide-ide bunuh diri lagi dengan meninggalkan nomor telepon
6.      Pindahkan benda-benda yang berbahaya yang bisa menjadi alat untuk melakukan bunuh diri

Terapi
Saat dibawa ke profesional kesehatan jiwa maka orang yang melakukan perilku bunuh diri akan mendapatkan terapi yang sesuai dengan kondisi kejiwaan yang dialaminya.
1.    Pengobatan/medikasi       : Clozapin adalah obat pilihan untuk mengurangi risiko bunuh diri, obat obatan yang dapat diberikan lainnya adalah : anti psikotik, anti depresan, anti cemas/ansietas dan mood stabilizer
2.    Psikoterapi : terapi bicara untuk menguatkan kondisi mental dan merubah persepsi orang yang melakukan bunuh diri, Terapi Pikiran dan Perilaku (CBT=cognitive behaviour therapy ) akan sangat membantu
3.    Rehabilitasi Psikososial : pemberian psikoedukasi, latihan keterampilan sosial, remediasi kognitif dan terapi okupasi/vokasi akan membantu proses pemulihan.

Setiap orang memiliki problema/masalah kehidupannya masing-masing dan kemampuan menghadapinya pun berbeda-beda. Melakukan deteksi dini dan manajemen stres yang baik akan mengurangi risiko terjadinya bunuh diri di kemudian hari. Pengetahuan tentang manajemen stres dan masalah kejiwaan juga penting dipahami oleh berbagai lapisan masyarakat seperti mahasiswa, pekerja, guru, orang tua, anak, dll. Lakukan pencegahan terhadap bunuh diri karena kehidupan jauh lebih indah ketika kita berguna dan memberi manfaat daripada mengakhirinya. Salam sehat jiwa!



Dr.Lahargo Kembaren, SpKJ
Psikiater RS.Jiwa.dr.H.Marzoeki Mahdi Bogor
Kepala Instalasi Rehabilitasi Psikososial RSMM Bogor
Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia